bIOMETRIK

Definisi Biometriks

Menurut apa yang saya ketahui definisi biometriks adalah suatu teknologi kemanan yang menggunakan bagian tubuh sebagai identitas. Dunia medis mengatakan bahwa ada berapa bagian tubuh kita yang sangat unik. Artinya, tidak dimiliki oleh lebih dari satu individu. Contohnya saja sidik jari atau retina mata. Meskipun bentuk atau warna mata bisa saja sama, namun retina mata belum tentu sama. Begitu juga dengan suara dan struktur wajah. Bagian-bagian unik inilah yang kemudian dikembangkan sebagai atribut keamanan. Sebagai bagian dari teknologi keamanan, biometrics memiliki dua fungsi sekaligus yang dapat dijalankan terpisah maupun secara bersamaan. Yang pertama sebagai pencatat ID atau sebagai alat verifikasi (password). Teknologi biometrics hampir dapat diterapkan di mana saja. Mulai untuk melindungi sebuah barang tertentu dari akses yang tidak diinginkan, seperti komputer. Sampai untuk melindungi sebuah ruangan yang ramai dari orang-orang tertentu. Misalnya, untuk mengetahui keberadaan teroris atau penjahat lain di bandara. Cara kerja teknologi keamanan yang satu ini hampir sama dengan teknologi keamanan lain yang sangat bergantung kepada sensor. Sendor yang digunakan pada teknologi biometrics cenderung mahal dan semakin akurat ketajamannya maka akan semakin mahal. Selain sensor, bagian yang tidak kalah penting dari biometrics adalah data. Bagaimana Anda menyimpan data pada sebuah sistem sangat penting. Sebab biometrics adalah teknologi yang bergantung kepada data. Bila data yang disimpan tidak aman atau lengkap, kemungkinan adanya penyusup ke system ini akan lebih besar.

 

 

Mouse Biometrik Anti Password

Saat ini teknologi yang umum untuk mengenali seseorang di dunia digital adalah pasangan user ID dan password. Bila Anda memiliki banyak piranti atau account Internet yang berbeda-beda, praktek keamanan yang dianjurkan adalah menggunakan password yang berbeda-beda untuk tiap peranti.

Bila Anda punya masalah akut dengan ingatan, jelas ini adalah masalah besar. Teknologi biometrik tampaknya adalah
solusi tepat bagi anda.Teknologi ini mengenali seseorang bukan dari pasangan userid dan password yang sudah lama menjadi mekanisme pengenalan identitas di dunia digital, tetapi dari ciri-ciri biologisnya. Metode yang digunakan berkisar dari pengenalan wajah, pemindaian iris atau sidik jari.

Mouse yang dijual oleh Thinkgeek ini menggunakan teknologi biometrik untuk mengenali pengguna yang hendak mengoperasikan komputer. Terintegrasi dengan mouse ini teknologi biometrik untuk mengenali sidik jari pengguna mouse. Fitur keamanan yang didukung oleh mouse ini adalah login yang aman, akses pada file dan folder melalui autentikasi biometrik.
Terkadang kita ingin berbagi komputer atau dokumen dengan orang lain. Anda juga bisa melakukannya dengan mouse ini tanpa mengorbankan aspek keamanan. Mouse ini bisa mengenali banyak pemakai, sehingga Anda dapat membolehkan orang-orang tertentu untuk menggunakan komputer anda atau mengakses data.
Sistem operasi yang didukung oleh mouse optik dengan sambungan USB ini adalah Windows 98/ME/2000/XP. Dengan mouse ini, Anda bisa mengurangi kerepotan mengingat-ingat password yang semakin banyak itu. Anda bisa memesan mouse yang berharga sekitar US$100 ini dari situs

Camcorder Xacti nan Sakti
Sanyo memperkenalkan anggota keluarga baru, Xacti DMX C-1. Kerja sama yang baik antara digital camera dan digital movies terlihat dari produk yang didominasi warna silver ini.
Buang jauh-jauh imej benda berukuran besar. Sanyo menjawab suara kaum urban yang haus akan produk mini tapi maksi dalam fitur. Xacti DMX C-1 yang beratnya hanya 174 gram, sudah termasuk baterai dan SD Card, ini hadir dengan serentetan fitur yang menarik.
Ada 5,8x optical zoom dengan F3,5, ditambah dengan 10x digital zoom yang sanggup menciptakan 60x zoom. Bermodalkan 3,2 mega pixel CCD, si mungil ini menghasilkan VGA-size video images dan 3,2 mega pixel, resolusi yang cukup tinggi, untuk still images.
Format perekaman untuk still images-nya terbagi menjadi JPEG, DCF, DPOF dan Exif Ver2.2. Sedang untuk video image-nya adalah ISO standard MPEG-4 dengan AAC audio stereo.
DMX-C1, yang memiliki TFT color LCD sebesar 1,5 inci ini, sanggup merekam gambar dengan resolusi hingga 640×480 berkecepatan 30 fps. Dengan 512M memory SD card, gambar hidup dapat terangkai hingga 30 menit. Kualitas suara maksimal diciptakan oleh microphone yang built-in stereo, speaker built-in monarural dengan L/R mixed output.
Tersedia beragam pilihan program AE, mulai dari Auto, Sports, Portrait, Night View, Landscape, Lamp.
Sedang filter function ada standard, cosmetic, slim, monochrome, sepia dan ghost. Dengan teknologi PictBridge, anda bisa mencetak gambar langsung tanpa melalui PC. Menurut perkiraan, Xacti DMX C-1 akan dijual seharga 75.000 yen atau sekitar Rp5,8 juta.

TV Plasma Terbesar di Dunia
LG Electronics menggebrak pasar televisi plasma display panel (PDP) dunia karena berhasil menciptakan TV plasma terbesar di dunia berukuran 76 inci. Menggunakan teknologi yang inovatif, LG memecahkan rekornya sendiri setelah berhasil meluncurkan TV plasma berukuran 71 inci Juli lalu.
TV PDP berkualitas superior ini berlayar full definition beresolusi 2,07 juta piksel dengan range 1920 x 1080. Ketebalan TV ini hanya 83 mm sehingga membuat penampilannya menawan. LG menggunakan satu unit filter yang ditempel di modul PDP itu juga, yang merupakan yang terobosan baru dalam teknologi PDP.

LG sekaligus melangkahi pesaing utamanya, para produsen Jepang, sejak LG lebih cepat menciptakan TV plasma terbesar saat itu, yang berukuran 60 inci. Melalui kemajuan R&D-nya, LG tidak hanya memimpin pasar PDP tetapi juga telah lebih dulu menciptakan PDP terbesar 76 inci.

LG juga telah melengkapi pabriknya dengan sistem produksi PDP terbesar di dunia, yang baru saja diresmikan September lalu. Dengan peningkatan penjualan dan pangsa pasar, perusahaan yang berpusat di Korea Selatan ini menargetkan posisi teratas setengah tahun ke dep

Keyboard Arab dari Cina

Kalau Anda perlu melakukan proses tulis-menulis dalam bahasa Arab, ini ada produk yang bisa memudahkan Anda melakukannya! Keyboard yang memiliki 110 tombol ini diprogram berbasis huruf Arab. Jadi mulai dari huruf alif hingga huruf ya, dan tentunya juga dilengkapi dengan angka-angka dan tanda-tanda baca yang berlaku dalam bahasa Arab.
Selain pengaturan dalam huruf Arab itu, secara fisik keyboard buatan Cina ini
tidaklah berbeda dengan keyboard huruf latin yang biasa kita gunakan untuk komputer desktop. Bentuknya handy, tipis, dan tombol-tombolnya juga lembut.
Keyboard ini kompatibel dengan komputer yang menggunakan sistem operasi mulai dari Windows 95. Interfacenya masih berupa PS/2, sehingga buat komputer yang tidak lagi mengaplikasikan interface itu, diperlukan sebuah konverter yang bisa didapat dari toko-toko elektronik.

 

 

Bagian tubuh sudah mulai digunakan sebagai ID

Sedangkan bagian tubuh yang saat ini sudah mulai digunakan sebagai ID atau password adalah:
– Sidik Jari
Ini adalah bagian tubuh yang penggunaannya sangat populer baik sebagai ID maupun sebagai password. Sensor yang digunakan untuk men-scan sidik jari sangat bervariasi. Ada sensor yang hanya dapat memeriksa satu sidik jari saja ada yang dapat memeriksa lebih dari satu sidik jari.
Luka pada sidik jari dapat mengakibatkan sidik jari sulit dideteksi. Namun, bukan berarti tidak bisa. Selama luka tersebut tidak terlalu dalam ada beberapa sensor yang masih dapat
mengenalinya. Tentu saja sensor-sensor dengan ketajaman seperti ini akan lebih mahal harganya ketimbang sensor sidik jari dengan ketajaman biasa. Penerapan sidik jari sebagai bagian dari sistem keamanan kini sudah se makin luas. Bahkan saat ini sudah ada mouse yang penggunaannya membutuhkan sidik jari penggunanya.
– Geometris Tangan
Lain sidik jari lain pula yang dimaksud dengan geometris tangan atau yang dikenal juga dengan bentuk tangan. Nilai-nilai yang menjadi bagian dari datanya adalah, ukuran tangan, bentuk telapak tangan, sampai bentuk dan ukuran masing-masing jari. Sensor yang digunakan untuk mendeteksi geometris tangan berbeda dengan sensor yang digunakan untuk mendeteksi sidik jari. Cara pengambilan sampel juga lebih rumit, karena harus dilakukan dari berbagai perspektif. Oleh sebab itu, biometrics ini dianggap lebih akurat dan lebih sulit untuk dipalsukan datanya. Namun, proses pengaksesan juga akan berjalan lebih lama. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan menggunakan sistem ini untuk ruangan yang terbuka atau untuk aplikasi yang dimanfaatkan oleh banyak orang (seperti absensi).
– Mata
Mata manusia sangat unik. Meskipun secara kasat mata, setiap bola mata manusia hampir sama. Ada dua bagian yang kerap menjadi bagian dari biometrics mata, yaitu retina dan iris mata. Iris mata lebih mudah penggunaannya dibandingkan dengan retina mata. Untuk menganalisis retina mata, seorang pengguna harus menatap pada fokus yang telah ditentukan dan proses analisis juga tidak akan dapat dilakukan bila user menggunakan kaca mata. Lain halnya dengan iris mata. Teknologi dengan iris mata tidak sesulit retina mata. User tidak perlu menatap lurus ke fokus. Dan pengguna kaca mata masih dapat dikenali.
– Bentuk Wajah
Teknologi biometrics yang menganalisis bentuk wajah sudah juga digunakan di beberapa tempat. Salah satunya bandara. Perangkat yang difungsikan sebagai sensor untuk teknologi ini umumnya adalah kamera CCTV biasa. Dan sistem yang digunakan adalah sistem yang datanya disimpan dalam sebuah jaringan. Sedangkan proses kerjanya adalah sebagai berikut. Gambar yang diperoleh oleh kamera CCTV secara otomatis akan diolah oleh komputer yang terhubung langsung dengan data kepolisian. Setiap wajah yang lewat akan dilihat kecocokannya dengan data yang ada pada jaringan. Jika ada kemiripan, maka nyala alarm akan berbunyi dan memberi tahu kepada petugas.
Untuk menggunakan bentuk wajah sebagai bagian dari sistem keamanan, sampel yang diambil harus lengkap, artinya pengambilan sampel harus dilakukan dari berbagai arah. Sama halnya seperti pada penggunaan geometris tangan.
– Suara
Gelombang suara juga dapat dijadikan identitas yang unik. Namun sayangnya, untuk yang satu ini keadaan sekitar sangat mempengaruhi. Sehingga untuk menerapkannya harus benar-benar di ruangan atau lingkungan yang tidak ramai. Dan semakin tinggi toleransi yang dimiliki oleh sebuah sensor akan membuat harga sensor akan semakin tinggi.

BIOMETRIK SEBAGAI PENGGANTI PASSWORD

Teknologi biometrik yang mampu mengenali manusia lewat sidik jari, mata, atau karakter khas bagian tubuh lain kini semakin memasyarakat. Didukung faktor harga yang semakin terjangkau dan bisa diterapkan pada banyak sektor, teknologi ini akan menggusur kata sandi (password) sebagai pintu masuk yang punya kelemahan.
Film Sixth Day (2001) dengan pemeran utama Arnold Schwarzenegger memperlihatkan betapa biometrik sudah seperti menggantikan kunci. Sidik jari atau mata bisa digunakan sebagai pembuka akses masuk ke ruang kantor, laboratorium, menstarter mobil, atau membayar taksi. Teknologi pengenalan diri itu kini benar-benar mengenali fisik si pemilik, bukan lagi password (kata sandi).
Akan seperti komputer
Seperti diwartakan Kompas Cyber Media yang mengutip hasil penelitian CentralNIC (perusahaan pendaftar domain di Inggris), hampir separuh responden menggunakan nama atau nama panggilan sendiri sebagai password. Sepertiga responden memakai nama tim olahraga kesayangan atau nama bintang pujaan.
Padahal kata sandi punya kelemahan. Selain harus diingat oleh si pemegang sandi, juga gampang ditebak meski yang sulit sekalipun karena ada alatnya. Menurut para ahli keamanan, kini ada cracking tool yang mampu memindai kata maupun menebak password berupa kombinasi huruf dan angka. “LoftCrack”, salah satu program penjebol sandi misalnya, hanya butuh waktu 48 jam untuk mencari seluruh arsip password di suatu perusahaan.
Tak heran jika kemudian ada gagasan mencari pendekatan lain yang lebih canggih sebagai pengganti password. Jika kata sandi harus diingat (entah password-nya sendiri dan atau tempat menyembunyikannya), mengapa tidak memakai sesuatu yang melekat di tubuh dan tanpa harus mengingat-ingat segala? Suara manusia, raut muka, atau sidik jari sebagai pembuka akses menjadi peluang besar pengganti kata sandi yang rentan dibobol.
Parameter manusia yang dikenal dengan biometrik itu punya keunggulan sifat tidak bisa dihilangkan, dilupakan, atau dipindahkan dari satu orang ke orang lain. Juga sulit ditiru atau dipalsukan.
Aplikasi teknologi biometrik bisa dicontohkan seperti ketika Anda memberikan tanda masuk ke kantor atau akses ke komputer menggunakan pemindai sidik jari; mengambil uang dari mesin kas yang dapat memindai mata Anda untuk mengenali bahwa Anda-lah pemilik sah uang itu; mengidentifikasi diri Anda pada bank melalui telepon dengan memakai pengenal suara (voice recognition); dan check in untuk penerbangan hanya dengan melewati sebuah kamera di bandara yang mengenali Anda sebagai penumpang berlangganan.
Di masa depan, teknologi biometrik akan mirip fenomena komputer yang kemudian menjadi bagian dari sebuah produk kebutuhan hidup sehari-hari. Semua proses kerja di kantor seperti aktivitas akuntansi, pembuatan laporan, penawaran penandatanganan kontrak, dan banyak hal lain disinyalir akan melibatkan teknologi biometrik.
Sejak Mesir kuno
Sebenarnya, teknologi biometrik sudah dikenal sejak zaman Mesir kuno. Rekaman roman muka dan ukuran bagian tubuh yang dikenali biasanya digunakan untuk meyakinkan bahwa yang bersangkutan adalah orang yang sebenarnya. Akses kontrol seperti itulah awal dari workflow sistem pengamanan. Logikanya, tidak seorang pun memiliki akses tanpa ia dipercaya dan orang lain dilarang. Teknologi akses kontrol berusaha mengotomatisasi proses yang menjawab dua pertanyaan dasar sebelum menawarkan berbagai jenis akses. Yang pertama, “Siapakah Anda?” Kedua, “Apakah Anda benar seperti yang Anda katakan?” Pertanyaan pertama mewakili fungsi identifikasi, dan pertanyaan kedua mewakili fungsi verifikasi (pembuktian).
Pendekatan umum untuk memperoleh akses itu melalui penggunaan tanda dan anggapan bahwa pemilik tanda dan identitas pembuktian agak sepadan. Model seperti ini disebut pengamanan satu faktor (single-factor security). Contohnya, kunci rumah atau password. Pendekatan seperti ini memiliki risiko jika tanda itu hilang atau tercuri. Sekali kunci jatuh ke tangan orang lain, ia bisa leluasa masuk rumah. Begitu juga dengan password yang sudah tidak rahasia lagi, orang lain bisa menggunakannya.
Untuk mengatasinya dibuatlah dua tanda. Pendekatan seperti ini disebut pengamanan dua faktor (two-factor security). Cara ini lebih tahan terhadap risiko. Contoh paling umum adalah kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Dengan kartu yang menunjukkan siapa Anda dan PIN yang merupakan tanda Anda sebagai pemilik sah kartu, Anda bisa mengakses rekening bank Anda. Kelemahan pengamanan ini, kedua tanda itu harus berada pada peminta akses. Jadi, kartu saja atau PIN saja tidak akan bekerja.
Sistem keamanan dua faktor ini memerlukan infrastruktur untuk membuat dan menerbitkan kartu serta mekanik yang dipakai untuk membaca kartu yang salah satunya berisi data PIN. Pendekatan ini masih terhitung praktis sebab orang hanya membawa beberapa kartu.
Persoalan timbul manakala Anda dilanda “penyakit” lupa. Juga, kita sering tidak menyadari bahwa PIN itu sesuatu yang sangat pribadi. Keluarga atau teman dekat sekalipun pada dasarnya tidak boleh tahu. Kejahatan yang lebih canggih adalah dengan mencuri data-data PIN itu langsung dari sumbernya.
Tak perlu PIN lagi
Ada banyak biometrik yang bisa dipakai. Dari yang sudah disebut tadi, sidik jari paling banyak dipakai dalam sistem keamanan. Tinta untuk sidik jari sudah digunakan selama berabad-abad, dan di era digital sekarang sidik jari sudah didigitalisasikan. Sistem elektronik modern menyaring bentuk melengkung (loop), jerat (arche), dan lingkaran (whorl) dari seluruh jenis sidik jari konvensional ke dalam kode numerik. Parameter sidik jari lebih banyak digunakan karena mudah dan murah. Sebagai gambaran, jika tahun 1998 pangsa pasar sidik jari baru 40%, dua tahun kemudian meningkat menjadi 84% (International Biometric Group).
Teknologi sidik jari (finger scan) dipertimbangkan sebagai salah satu produk biometrik untuk aplikasi dalam sistem jaringan perusahaan. Perusahaan teknologi menyatakan, kebanyakan telepon yang masuk ke meja operator (help desk) adalah meminta bantuan karena lupa password. Biaya yang dikeluarkan untuk menangani hal itu berkisar AS $ 135 – 170 per orang per tahun! Tak heran jika kemudian teknologi finger scan ditengok karena lebih efisien.
Sistem ini juga banyak dipakai untuk mengontrol akses dan membedakan identitas di banyak perkantoran, pabrik, sekolah, rumah sakit, pusat tenaga nuklir, dan gedung pemerintahan dengan sistem keamanan tinggi. Produk ini juga bisa digunakan sebagai sistem hadir yang bisa mencegah penipuan seperti pada sistem kartu.
Beberapa negara rela mengeluarkan dana dan waktu dalam jumlah lumayan untuk digitalisasi sidik jari demi memberantas penipuan identitas. Argentina, misalnya, menghabiskan waktu lima tahun dan biaya AS $ 1 miliar. Amerika, Inggris, dan negara maju lainnya memakai sistem ini untuk departemen kepolisian dan informasi social security.
Beberapa bank mulai menerapkan teknologi sidik jari untuk transaksi melebihi batas pada teller approval. Juga bagi customer service dalam memberikan layanan dan informasi pada nasabah serta penggunaan ATM. Yang lebih penting memang penerapan pada transaksi kartu debit yang saat ini masih menggunakan password. Sebab, transaksi itu dilakukan di tempat umum dan kasir biasanya tidak dikurung layaknya ATM.
Lewat imigrasi berbekal tangan
Biometrik yang terkenal lainnya, hand geometry. Tidak seperti pemindaian sidik jari yang dikenal luas di Amerika dan Eropa Barat, sistem ini tidak distigmatisasikan oleh sebuah badan keamanan atau intelijen yang memiliki konsekuensi hukum. Produk ini melibatkan pemindaian bentuk, ukuran, dan karakter lain (seperti ukuran jari) dari sebagian atau keseluruhan tangan. Pemakai diwajibkan membuat beberapa klaim tentang siapa mereka dengan menggesek kartu sebagai contoh sebelum pemindaian.
Contoh teknologi ini yang terkenal adalah program Inspass. Penumpang yang sering terbang ke Amerika boleh melewati antrean di bagian keimigrasian di tujuh bandara besar dengan hanya menggesek sebuah kartu dan menempatkan tangan mereka di atas pemindai. Pemindainya dipasok oleh Campbell, Kalifornia.
Sistem lain, pemindaian mata, dikenal dari cerita mata-mata. Serat-serat, alur, dan bintik-bintik pada selaput pelangi mata (bagian berwarna pada mata) dipindai menggunakan sebuah kamera video yang bisa memberikan informasi untuk mengenali seseorang. Tapi sistem ini di mata pemakai lebih mengganggu dibandingkan dengan sistem sidik jari.
Meski begitu, sistem pemindaian mata ini telah dicoba oleh sejumlah bank di Inggris, Jepang, dan Amerika. Dengan teknologi ini, tidak diperlukan lagi kartu atau PIN untuk mengakses sebuah rekening. Maskapai Amerika juga sudah mencoba sistem ini di dua bandara bagi pelanggan untuk memperoleh kartu penerbangannya.
Biometrik wajah juga bisa dipakai. Teknologi ini bekerja dengan menganalisis sebuah citra video atau fotografi dan mengidentifikasi posisi dari beberapa “titik pusat pertemuan” pada raut muka seseorang. Titik pusat pertemuan ini kebanyakan berada di antara dahi dan di atas bibir. Ekspresi maupun keberadaan rambut halus tidak berdampak terhadap analisisnya.
Identifikasi wajah punya kelebihan, yakni orang yang bersangkutan tidak merasa kalau wajahnya sedang dianalisis. Makanya, teknik ini bisa dikembangkan untuk mengetahui keberadaan seorang teroris, misalnya, yang sedang kasak-kusuk hendak beraksi di sebuah bandara. Atau untuk mencegah pengacau pertandingan sepakbola di lapangan dan penipuan di kasino.
Yang agak sulit dikembangkan adalah biometrik suara. Padahal teknologi ini murah biayanya, hanya memerlukan alat penganalisis karakter vokal seseorang (ingat kasus pembuktian rekaman beberapa tokoh oleh pakar multimedia R.M. Roy Suryo). Akan tetapi keandalaan produk ini rendah dibandingkan dengan produk biometrik lainnya, terutama ketika waktu untuk berbicara cuma sedikit.
Mirip dengan suara adalah tanda tangan. Sistem ini berlandaskan pada teori grafologi bahwa tanda tangan mencerminkan karakter seseorang. Perangkat keras yang digunakan adalah pen dan sebuah pad untuk mengambil suatu tanda tangan. Tapi teknologi ini akan bermasalah jika hanya bertumpu pada kebiasaan.
Sinergi lebih sip
Masih banyak tanda tubuh lain yang bisa dipakai sebagai pembuka akses. Ambil contoh pengenalan bau tubuh, pengukuran suhu muka, dan resonansi suara. Masing-masing bisa melengkapi kekurangan biometrik lain. Misalnya, kesulitan membedakan orang kembar bisa diatasi dengan pengenalan suhu muka. Masalahnya, beberapa produk biometrik kurang praktis dan perlu biaya besar untuk membuatnya.
Menurut Mark Lockie, editor pada Biometric Technology Today, tahun 2000 menjadi tahun menentukan bagi perkembangan biometrik. Pendorongnya adalah besarnya perhatian orang akan keamanan jaringan atau network dan perdagangan online. Ditambah dengan menurunnya harga perangkat keras.Maka tak salah jika International Biometric Industry Association (IBIA) meramalkan, pada 2003 penjualan untuk perangkat kerasnya mencapai AS $ 600 juta. Sedangkan penjualan untuk perangkat lunaknya bisa mencapai 2 – 3 kali lipat. Dari beberapa teknologi yang saat ini dikomersialkan (sidik jari, mata, muka, suara, dan tanda tangan), teknologi sidik jari yang paling luas dipergunakan. Sistem ini juga memiliki beberapa keunggulan dengan harga semakin murah dan aplikasi semakin sederhana.
Sementara itu Amerika, Inggris, dan Irlandia telah meloloskan hukum untuk mengesahkan tanda tangan yang dibuat secara digital. Dengan peraturan ini sebuah tanda tangan digital punya kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan yang memakai tinta. Namun, ini seperti kembali ke sistem pengamanan satu faktor. Untuk mengatasi tercurinya tanda tangan digital, teknologi itu akan didampingi degan teknologi biometrik lain, misalnya sidik jari. Dengan begitu sebuah tanda tangan bisa dikeluarkan jika hanya sidik jari pemiliknya ditampilkan.
Optimisme akan perkembangan teknologi ini semakin membuncah ketika raksasa piranti lunak Microsoft mengumumkan akan menyediakan bantuan untuk penerapan biometrik pada sistem operasi Windows. Pengguna nantinya bisa log in menggunakan biometrik sehingga menciptakan keamanan transaksi e-commerce.
Toh yang kontra pun bermunculan. Ada yang mempertanyakan soal privacy penggunaan biometrik ini. Yang lain meributkan mengenai tingkat keamanan dari database penyimpan data bioemtrik. Untuk yang terakhir bisa diakali dengan membawa database biometriknya sendiri dalam kartu pintar seperti dilakukan Inpass.
Persoalan biaya akan terjawab manakala produk ini sudah menjadi massal. Di lain pihak, orang akan menggunakan produk ini jika ada peningkatan layanan. Misalnya lebih cepat, biaya rendah, serta tingkat keamanan meningkat. Dalam jangka empat tahun ke depan, diperkirakan sensor sidik jari bisa didapat dengan harga AS $ 10.
Jika sudah begitu, Sixth Day bukan lagi sebuah film, melainkan sebuah realitas. Lalu, siapa tahu Anda-lah si Arnold Schwarzenegger.

 

 

PasPoR biOmeTriK

Sebagian besar dari kita mungkin pernah mendengar istiah “Biometrik”. Jargon tersebut santer ketika Kantor Imigrasi meluncurkan paspor baru yang katanya berteknologi tinggi. Apa sebenarnya paspor biometrik itu ?
Paspor Biometrik adalah dokumen perjalanan (paspor) yang dapat dibaca oleh mesin pembaca atau disebut Machine Readable Travel Document (
MRTD). Standar MRTD diatur oleh ICAO .
Sesuai dengan namanya, informasi yang disimpan di dalam paspor adalah informasi biometrik yang meliputi: sidik jari, pengenal wajah dan pindaian iris mata. Di samping informasi tadi mungkin sekali informasi penting lain seperti nama kecil, tanggal lahir, alamat, dll ikut disimpan di sana.
Paspor yang menggunakan teknologi ini, biasanya akan memuat logo biometrik seperti berikut

Coba perhatikan, jika anda pemegang paspor Indonesia, mungkin tidak menemukannya di paspor anda.
Di dalam paspor informasi disimpan di dalam chip RFID (Radio Frequency ID). Chip yang disebut sebagai RFID tag tadi berukuran kecil bahkan bisa dimasukkan ke dalam lapisan kertas. Mungkin inilah yang digunakan untuk Paspor Biometrik. RFID tag dapat dibaca dari jarak tertentu oleh RFID reader.
Isu Keamanan & Privasi
Di balik sesumbar teknologi canggih tadi, rasanya pemegang paspor biometrik harus lebih berhati-hati karena bisa saja informasi pribadinya dimanfaatkan oleh orang lain untuk kejahatan.
Sudah ada cerita mengenai paspor Inggris yang di-clone, lantas penjahat tersebut membeli tiket menggunakan nomor frequent flyer yang berhasil dicurinya dari RFID paspor. Tidak sampai di situ, penjahat terus bepergian menggunakan paspor duplikasi menggunakan identitas pemilik paspor yang informasinya dicuri. Banyak cerita lain mengenai pembobolan informasi di paspor biometrik .
Tips Pengamanan Sederhana
Pengaman harus dilakukan sendiri oleh pemilik barang yang di dalamnya terdapat RFID tag. Bisa saja menggunakan
RFID-Zapper . Yang termudah adalah melapisi paspor anda dengan aluminium foil untuk menghalangi sinyal radio pemindai RFID menghubungi chip di paspor. Oleh karena itu, mulai sekarang bungkuslah paspor anda dengan aluminium sehingga informasi pribadi anda tetap aman.

SISTEM KEAMANAN DATABASE  MENGGUNAKAN TEKNOLOGI BIOMETRIK DENGAN METODE SIDIK JARI

Keamanan dalam teknologi dunia maya pada saat ini sangat diperlukan mengingat banyaknya masyarakat yang sudah mengenal teknologi tersebut, sehingga banyak kecederungan ingin mengetahui atau bahkan mencuri sesuatu yang sifatnya sangat rahasia atau hak cipta yang dilindungi oleh undang-undang untuk mencari keuntungan  individu  dengan cara meng-krek atau lebih dikenal dengan sebutan “haker”.

Untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan tersebut perlu adanya cara bagaimana supaya para haker tidak dapat membuka atau mencuri dokumen-dokumen 

yang sifatnya rahasia dan hanya orang tertentu yang dapat mengakses. Banyak teknologi yang telah dikembangkan untuk mengatasi keamanan database, namun jika kata sandi atau password harus diingat atau kunci lain yang harus disembunyikan kemungkinan akan lupa dan di creck lebih besar, kenapa tidak menggunakan sesuatu yang melekat dalam tubuh kita sendiri tanpa harus mengingat-ingat.

 Untuk mengatasi hal tersebut di atas maka dikembangkanlah teknologi biometrik yang memiliki keunggulan sifat  tidak dapat dihilangkan, dilupakan atau dipindahkan dari satu orang ke orang lain, juga sulit ditiru atau dipalsukan.

 

Tas Berteknologi Biometric

 

Selama ini, tas merupakan salah satu barang yang penting dibawa ketika bepergian. Kita bisa menyimpan berbagai benda di dalamnya. Tapi, tas tidak memiliki tingkat keamanan tinggi. Siapa pun bisa membuka untuk melihat isinya.


Dengan adanya tas biometric temuan Louise Wilson, keamanan terjamin. Tas ini dilengkapi dengan biometric reader device (alat pembaca sidik jari) yang terletak di bagian pojok bawah. Di sana terdapat kotak hitam berukuran kurang lebih 5 cm. Bagian ini berfungsi untuk men-scan sidik jari pemilik.
Teknologi yang digunakan pada tas ini sama dengan teknologi biometric umumnya. Ketika sidik jari diidentifikasi dan hasilnya cocok, lampu hijau akan menyala dan tas terbuka. Bila tidak cocok, lampu akan menyala merah sebagai tanda penolakan.

Untuk sumber energi, tas ini menggunakan sebuah baterai yang bisa diisi ulang. Ketika habis tinggal ditancapkan saja. “Saya sudah mengenal teknologi biometric sejak lama. Dan, saya berusaha untuk mengaplikasikan dalam sebuah gadget yang dapat digunakan setiap hari,” ujar Wilson. Pilihannya jatuh pada tas.

“Seorang wanita membawa seluruh ’hidup’-nya dalam tas mereka. Jika sampai hilang, kemungkinan sebagian ’hidup’-nya akan terganggu. Nah, tas biometrci ini akan sangat berguna sekali jika digunakan di tempat-tempat ramai. Misalnya, di tempat perbelanjaan dan kendaraan umum,” kata lulusan London’s Brunel University ini. (top/cnn)

 

Biometrics


Teknologi biometrics adalah teknologi kemanan yang menggunakan bagian tubuh sebagai identitas. Dunia medis mengatakan bahwa ada berapa bagian tubuh kita yang sangat unik. Artinya, tidak dimiliki oleh lebih dari satu individu. Contohnya saja sidik jari atau retina mata. Meskipun bentuk atau warna mata bisa saja sama, namun retina mata belum tentu sama. Begitu juga dengan suara dan struktur wajah. Bagian-bagian unik inilah yang kemudian dikembangkan sebagai atribut keamanan.

Sebagai bagian dari teknologi keamanan, biometrics memiliki dua fungsi sekaligus yang dapat dijalankan terpisah maupun secara bersamaan. Yang pertama sebagai pencatat ID atau sebagai alat verifikasi (password).

Teknologi biometrics hampir dapat diterapkan di mana saja. Mulai untuk melindungi sebuah barang tertentu dari akses yang tidak diinginkan, seperti komputer. Sampai untuk melindungi sebuah ruangan yang ramai dari orang-orang tertentu. Misalnya, untuk mengetahui keberadaan teroris atau penjahat lain di bandara.

Cara kerja teknologi keamanan yang satu ini hampir sama dengan teknologi keamanan lain yang sangat bergantung kepada sensor. Sendor yang digunakan pada teknologi biometrics cenderung mahal dan semakin akurat ketajamannya maka akan semakin mahal.

 

 

 

 

 

 

Selain sensor, bagian yang tidak kalah penting dari biometrics adalah data. Bagaimana Anda menyimpan data pada sebuah sistem sangat penting. Sebab biometrics adalah teknologi yang bergantung kepada data. Bila data yang disimpan tidak aman atau lengkap, kemungkinan adanya penyusup ke system ini akan lebih besar.Menurut sistemnya biometrics sendiri terbagi atas tiga macam, yaitu:

1. Sistem yang menyimpan data langsung pada alat.
Dengan sistem ini, data akan disimpan pada media penyimpanan yang berada dalam alat detektor. Jika sewaktu-waktu mesin harus di-reset atau dikembalikan ke posisi awal, maka data yang ada dapat saja ikut terhapus. Sehingga petugas harus meng-input ulang. Jika data yang dimasukkan sangat banyak tentu akan sangat merepotkan, lain halnya bila data tidak terlalu banyak. Biometrics dengan sistem ini sangat cocok untuk diterapkan pada sebuah alat tertentu yang tidak digunakan oleh banyak orang atau untuk untuk melindungi sebuah ruang khusus, yang juga tidak diakses oleh banyak pengunjungnya.

2. Sistem yang menyimpan data pada jaringan.
Sistem yang kedua memanfaatkan jaringan untuk menyimpan datanya. Sistem yang kedua sangat efektif bagi aplikasi yang memang dipergunakan untuk banyak user. Misalnya saja untuk data absen karyawan atau siswa. Bentuk fisik yang ditampilkan oleh alat juga tidak perlu terlalu besar. Karena data tidak akan diproses langsung pada alat. Melainkan dikirim dahulu ke sebuah jaringan baru kemudian diproses dan disimpan. Sistem ini memang membutuhkan waktu lama.

Tetapi cukup efektif untuk data yang besar. Karena tidak akan terkena risiko data hilang pada saat proses reset pada alat harus dilakukan.

3. Sistem yang menyimpan data pada sebuah chip.
Sistem yang terakhir ini menggunakan media tambahan berupa chip untuk menyimpan data si pemilik ID. Sehingga untuk menggunakannya seseorang harus membawanya. Untuk sistem yang terakhir ini, akan sangat efektif diterapkan untuk yang memiliki pengguna sangat banyak atau bila alatnya hendak diletakkan di tempat umum. Misalnya saja untuk keamanan di mesin ATM atau hanya sekadar sebagai ID masuk dalam sebuah gedung.

Sedangkan bagian tubuh yang saat ini sudah mulai digunakan sebagai ID atau password adalah:

– Sidik Jari

Ini adalah bagian tubuh yang penggunaannya sangat populer baik sebagai ID maupun sebagai password. Sensor yang digunakan untuk men-scan sidik jari sangat bervariasi. Ada sensor yang hanya dapat memeriksa satu sidik jari saja ada yang dapat memeriksa lebih dari satu sidik jari.Luka pada sidik jari dapat mengakibatkan sidik jari sulit dideteksi. Namun, bukan berarti tidak bisa. Selama luka tersebut tidak terlalu dalam ada beberapa sensor yang masih dapat
mengenalinya. Tentu saja sensor-sensor dengan ketajaman seperti ini akan lebih mahal harganya ketimbang sensor sidik jari dengan ketajaman biasa.

Penerapan sidik jari sebagai bagian dari sistem keamanan kini sudah se makin luas. Bahkan saat ini sudah ada mouse yang penggunaannya membutuhkan sidik jari penggunanya.

– Geometris Tangan
Lain sidik jari lain pula yang dimaksud dengan geometris tangan atau yang dikenal juga dengan bentuk tangan. Nilai-nilai yang menjadi bagian dari datanya adalah, ukuran tangan, bentuk telapak tangan, sampai bentuk dan ukuran masing-masing jari. Sensor yang digunakan untuk mendeteksi geometris tangan berbeda dengan sensor yang digunakan untuk mendeteksi sidik jari. Cara pengambilan sampel juga lebih rumit, karena harus dilakukan dari berbagai perspektif. Oleh sebab itu, biometrics ini dianggap lebih akurat dan lebih sulit untuk dipalsukan datanya. Namun, proses pengaksesan juga akan berjalan lebih lama. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan menggunakan sistem ini untuk ruangan yang terbuka atau untuk aplikasi yang dimanfaatkan oleh banyak orang (seperti absensi).

– Mata
Mata manusia sangat unik. Meskipun secara kasat mata, setiap bola mata manusia hampir sama. Ada dua bagian yang kerap menjadi bagian dari biometrics mata, yaitu retina dan iris mata. Iris mata lebih mudah penggunaannya dibandingkan dengan retina mata. Untuk menganalisis retina mata, seorang pengguna harus menatap pada fokus yang telah ditentukan dan proses analisis juga tidak akan dapat dilakukan bila user menggunakan kaca mata.

Lain halnya dengan iris mata. Teknologi dengan iris mata tidak sesulit retina mata. User tidak perlu menatap lurus ke fokus. Dan pengguna kaca mata masih dapat dikenali.

– Bentuk Wajah
Teknologi biometrics yang menganalisis bentuk wajah sudah juga digunakan di beberapa tempat. Salah satunya bandara. Perangkat yang difungsikan sebagai sensor untuk teknologi ini umumnya adalah kamera CCTV biasa. Dan sistem yang digunakan adalah sistem yang datanya disimpan dalam sebuah jaringan. Sedangkan proses kerjanya adalah sebagai berikut. Gambar yang diperoleh oleh kamera CCTV secara otomatis akan diolah oleh komputer yang terhubung langsung dengan data kepolisian. Setiap wajah yang lewat akan dilihat kecocokannya dengan data yang ada pada jaringan. Jika ada kemiripan, maka nyala alarm akan berbunyi dan memberi tahu kepada petugas.

Untuk menggunakan bentuk wajah sebagai bagian dari sistem keamanan, sampel yang diambil harus lengkap, artinya pengambilan sampel harus dilakukan dari berbagai arah. Sama halnya seperti pada penggunaan geometris tangan.

– Suara
Gelombang suara juga dapat dijadikan identitas yang unik. Namun sayangnya, untuk yang satu ini keadaan sekitar sangat mempengaruhi. Sehingga untuk menerapkannya harus benar-benar di ruangan atau lingkungan yang tidak ramai. Dan semakin tinggi toleransi yang dimiliki oleh sebuah sensor akan membuat harga sensor akan semakin tinggi.

Metal Detector
Ini adalah alat yang paling sering ditemui masyarakat belakangan ini sejak merebaknya isu terror bom di Indonesia. Di mana-mana petugas keamanan baik gedung kantor sampai tempat hiburan dan belanja sibuk menenteng-nenteng alat berwarna hitam. Alat ini biasa ditempelkan pada barang bawaan pengunjung. Untuk mengetahui apakah pengunjung membawa barang berbahaya atau tidak. Selain dengan alat semacam pentungan berwarna hitam, kadang pengunjung juga harus melewati sebuah alat yang menyerupai gawang kecil. Bila pengunjung mengantongi perangkat berbahan logam atau metal seperti ponsel, maka alat itu akan berbunyi nyaring sekali. Begitu juga dengan alat berwarna hitam yang
menyerupai pentungan tersebut.

Alat ini dikenal juga dengan sebutan metal detector. Fungsinya adalah untuk mengetahui keberadaan komponen logam atau metal yang berada pada targetnya. Pada tempat-tempat tertentu, keberadaan metal detector memang membantu kemanan gedung. Namun, apa yang diamankan oleh metal detector? Tidak lain adalah semua komponen yang mengandung logam. Mulai dari benda tajam seperti pisau, gunting, penggaris sampai pena, dan ponsel. Semuanya akan memancing bunyi sebuah metal detector.

Jika untuk melindungi sebuah tempat dari pengunjung yang membawa sebuah bom. Alat keamanan ini dapat dikatakan kurang efektif, karena bahan kimia tidak akan dapat terdeteksi oleh alat ini. Dan pada umumnya, bom terbuat dari campuran bahan kimia.

Dalam melakukan proses deteksi, metal detector menggunakan kawat tembaga sebagai pengumpan sinyal. Bila sinyal tersebut bertabrakan dengan logam, maka akan terjadi medan magnet yang menyebabkan echo (gema) yang panjang.

Namun, keberadaan metal detector sendiri kini tidak lagi dapat dijadikan satu-satunya komponen keamanan. Karena sangat sering apa yang dibawa oleh pengujung digeledah. Hal ini tentu saja mengganggu hak privasi seseorang. Oleh sebab itu, bila sebuah institusi ingin menjaga keamanan tempatnya tanpa harus melanggar hak privasi pengunjungnya, maka ia harus menyediakan sebuah alat deteksi lain yang lebih sopan. Salah satu contohnya X-Ray.

X-Ray
Barang apa yang sedang dibawa? Sekali lagi, membuka tas seseorang bukanlah tindakan yang sopan. Karena ada beberapa bawaan yang sifatnya sangat pribadi. Dan tindakan menggeledah tas bukanlah hal yang tepat dilakukan. Meskipun atas nama keamanan. Jika memang ingin meningkatkan kemanan sebuah gedung, maka pihak pengelola gedung harus rela mengeluarkan kocek lebih mahal. Misalnya dengan menggunakan teknologi X-Ray. Dengan teknologi X-Ray, seseorang tidak perlu lagi merasa sungkan. Karena untuk
bawaan tertentu tidak akan terdeteksi. Misalnya saja pembalut atau kondom.

X-Ray bukanlah teknologi baru. Kehadirannya sudah lama digunakan oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang pernah melakukan pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit. Kemampuannya dalam melihat jauh lebih ke dalam dimanfaatkan dunia kedokteraan untuk menelaah lebih jauh tentang apa yang terjadi pada bagian dalam tubuh manusia.

Namun ternyata, sinar X ini tidak hanya mampu menelaah komponen dalam tubuh manusia, melainkan juga mampu menelaah isi sebuah tas. Baik tas kecil sampai tas besar sekalipun.

Kemampuannya inilah yang kemudian dilirik oleh pelaku sistem keamanan untuk kemudian digunakan sebagai bagian dari komponen penjaga keamanan. Seperti halnya dengan sinar X dalam duania kedokteran. Sinar X yang digunakan untuk sistem keamanan juga memiliki radiasi. Hanya saja, radiasinya bukan membahayakan si pemilik barang, melainkan barang yang sedang diperiksa. Salah satu yang sangat rentan terhadap radiasi sinar X adalah film. Lembaran film kamera manual sering rusak bila terkena radiasi sinar X.

Namun, lain dengan sekarang. Radiasi yang digunakan sinar X untuk pemeriksaan tidak lagi setinggi dulu. Kini sinar X yang biasa digunakan di bandara contohnya sudah aman untuk digunakana pada film.

Namun bukan berarti boleh diletakkan dalam bagasi pesawat sebab sinar X yang memeriksa bagasi umumnya menggunakan radiasi yang lebih tinggi. Mengingat tumpukan barang yang diperiksa jauh lebih banyak.

Dengan sinar X, setiap jenis barang memiliki warna berbeda. Misalnya bahan organik dengan bahan bukan organik akan tampil dengan warna berbeda. Begitu pula halnya dengan barang yang mengandung metal. Bukan berarti barang organik luput dari perhatian. Umumnya, petugas operator X-Ray sudah mendapatkan pendidikan untuk membedakan bahan organik yang dapat berfungsi sebagai bom atau bukan.

CT Scan
Selain sinar X yang diarahkan searah saja, ada alat keamanan lain yang tidak kalah canggihnya, yaitu CT Scan (computer tomography scanner). Teknologi ini menggunakan beberapa sinar X sekaligus untuk memeriksa seluruh dimensi setiap barang. Dengan CT Scan Anda tidak hanya memeproleh gambaran mengenai isi tas saja, melainkan lengkap dengan ukuran dan berat masing-masing perangkat yang ada dalam tas tersebut. Bila ada sebuah perangkat yang berat atau bentuknya tidak sesuai dengan fungsinya, maka komputer akan memperingati petugas operator CT Scan.

Proses pemeriksaan dengan CT Scan lebih lama ketimbang X-Ray. Namun, data yang dihasilkan memang lebih lengkap. Sebaiknya penggunaan CT-Scan hanya dilakukan untuk orang-orang atau bawaan yang sangat mencurigakan saja. Jangan sampai terjadi antrian yang tidak berarti pada pintu masuk.

RFID
Lain di bandara lain pula di pertokoan. Saat ini keberadaan teknologi labeling sudah sangat canggih. Dengan menggunakan label berfrekuensi radio, tidak perlu lagi khawatir produk dari supermarket tersebut kecurian. Karena setiap barang atau produk yang melewati batas akan membuat alarm berbunyi.

Teknologi mana yang akan digunakan? Terserah yang mana saja, asalkan menyesuaikan dengan keadaan. Bila memang ingin menggunakan sebagai security sebuah ruangan atau sebagai absensi, kartu dengan cip sidik jari cukup baik.

Namun bila akan menggunakannya untuk memeriksa pengunjung toko Anda atau gedung Anda, sebaiknya carilah teknologi yang sopan. Mungkin sinar X dapat menjadi jawabannya. Jangan menggunakan metal detector jika yang dicari bukanlah benda tajam. Atau dengan tidak sopan menggeledah tas pengunjung toko atau gedung Anda.

…. …. ….

.. . . .

Leave a response and help improve reader response. All your responses matter, so say whatever you want. But please refrain from spamming and shameless plugs, as well as excessive use of vulgar language.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s