Trend Sistem Informasi

Posted On September 23, 2007

Filed under tugas

Comments Dropped leave a response

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI (GEOGRAFIS) UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI DAERAH JAWA TIMUR : STUDI KASUS TANAMAN PERTANIAN

ITS Digital Library / 2006-12-20
Oleh : KOESDIJATI, TITIK
Dibuat : 2006-12-20, dengan file

Keyword : Computer graphics
Sumber pengambilan dokumen : Theses Industrial Engineering RT 006.6 Koe p, 2001
Cakupan : ITS Community
Sistem Informasi Geografis adalah suatu sistem yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan, memproses (mengedit/memanipulasi) dan menampilkan data pada database yang berisi data grafis (peta tematik) dan data alfanumerik (tabulasi). Data grafis merupakan data kasar (raw data), yaitu peta garis Propinsi Jawa Timur. Sedangkan data alfanumerik (atribut) merupakan data statistik yaitu berupa luas lahan dan jumlah produksi dari 34 komoditi, ketinggian dataran, curah hujan dan temperatur rata-rata untuk masing-masing Kabupaten/Kotamadya di Jawa Timur. Data tersebut kemudian diubah dalam format digital (soft copy) dan disimpan dalam database pada sistem komputer. Pada database, data grafis dan data alfanumerik dilakukan proses dengan editing atau manipulasi, kemudian dilakukan analisa keruangan secara komprehensif dan terintegrasi artinya dapat dibandingkan secara menyatu dalam satu sistem yang sama sehingga akan memudahkan dalam melakukan analisa. Dari analisa tersebut dapat dihasilkan analisa yang subtansial yang dapat digunakan sebagai sumber informasi atau bank data. Untuk lebih memudahkan dalam analisa kualitatif dibuat 5 (lima) klasifikasi berdasarkan hasil tampilan pada data grafis (peta) yaitu kurang sekali, kurang, sedang, banyak dan banyak sekali. Selain itu juga digunakan grafik yang menunjukkan trend atau kecenderungan pengembangan komoditi dengan didasarkan data temporal (dari tahun ke tahun) sehingga dengan data ini diharapkan dapat dipilih komoditi unggulan atau yang diandalkan dikemudian hari oleh Kabupaten/Kotamadya tersebut.

Deskripsi Alternatif :

Sistem Informasi Geografis adalah suatu sistem yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan, memproses (mengedit/memanipulasi) dan menampilkan data pada database yang berisi data grafis (peta tematik) dan data alfanumerik (tabulasi). Data grafis merupakan data kasar (raw data), yaitu peta garis Propinsi Jawa Timur. Sedangkan data alfanumerik (atribut) merupakan data statistik yaitu berupa luas lahan dan jumlah produksi dari 34 komoditi, ketinggian dataran, curah hujan dan temperatur rata-rata untuk masing-masing Kabupaten/Kotamadya di Jawa Timur. Data tersebut kemudian diubah dalam format digital (soft copy) dan disimpan dalam database pada sistem komputer. Pada database, data grafis dan data alfanumerik dilakukan proses dengan editing atau manipulasi, kemudian dilakukan analisa keruangan secara komprehensif dan terintegrasi artinya dapat dibandingkan secara menyatu dalam satu sistem yang sama sehingga akan memudahkan dalam melakukan analisa. Dari analisa tersebut dapat dihasilkan analisa yang subtansial yang dapat digunakan sebagai sumber informasi atau bank data. Untuk lebih memudahkan dalam analisa kualitatif dibuat 5 (lima) klasifikasi berdasarkan hasil tampilan pada data grafis (peta) yaitu kurang sekali, kurang, sedang, banyak dan banyak sekali. Selain itu juga digunakan grafik yang menunjukkan trend atau kecenderungan pengembangan komoditi dengan didasarkan data temporal (dari tahun ke tahun) sehingga dengan data ini diharapkan dapat dipilih komoditi unggulan atau yang diandalkan dikemudian hari oleh Kabupaten/Kotamadya tersebut.
Copyrights : Copyright @2005 by ITS Library. This publication is protected by copyright and permission should be obtained from the ITS Library prior to any prohibited reproduction, storage in a retrievel system, or transmission in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording, or likewise. For information regarding permission(s), write to ITS Library

« Implementasi Teknologi Biometric Untuk Sistem Absensi Perkantoran

Analisis dan Perancangan Prototipe Aplikasi E-Commerce »

<!–

Posted on Tuesday, April 2nd, 2002 at 10:13 am. About Jurnal, IT.

–>

Perancangan Sistem Informasi Penentuan Angka Kredit Jabatan Fungsional Peneliti

Perancangan Sistem Informasi Penentuan Angka Kredit Jabatan Fungsional Peneliti

Engkos Koswara Natakusumah

Abstact
Aim of the research is to design information system for Penetapan Angka Kredit (PAK) of functional researcher grade based on computerised system. This system produces a report of PAK, and has facilities for data entry and searching, so that, it produces information: accuracy, timelines, and relevancy. This research uses paradigm of system development life cycle, which covers the activities of gathering data through observation, interview, and literature study; system analysis uses flow map; system design uses context diagram, data flow diagram, data dictionary, entity relationship diagram, file relationship, file structure, program structure, input design, output design and menu structure.


Abstrak

Tujuan penelitian adalah merancang sistem informasi Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk jabatan peneliti yang berbasis komputer; sehingga dapat memudahkan dalam membuat laporan penentuan angka kredit, memudahkan pemasukan dan pencarian data sehingga dapat menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan. Penelitian menggunakan paradigma siklus hidup pengembangan sistem, meliputi tahapan pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi pustaka; analisis sistem dengan aliran dokumen; perancangan sistem menggunakan diagram konteks, diagram aliran data, kamus data, diagram relasi entitas, relasi antar file, struktur file, struktur program, sancangan masukan, rancangan luaran, dan struktur menu.

1. Pendahuluan
Penelitian adalah suatu kegiatan penyelidikan yang dilakukan menurut metode ilmiah yang sistematik untuk menemukan informasi ilmiah dan atau teknologi yang baru, membuktikan kebenaran atau ketidak benaran hipotesa sehingga dapat dirumuskan teori dan atau proses gejala alam dan atau sosial. Hasil penelitian kemudian di publikasi untuk mendapatkan atau meningkatkan jabatan peneliti. Jabatan peneliti adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang pejabat peneliti dalam suatu satuan organisasi penelitian dan pengembangan. Pejabat peneliti adalah Pegawai Negeri Sipil yang setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dalam suatu tingkat jabatan peneliti dan dipekerjakan pada suatu satuan organisasi penelitian dan pengembangan dengan tugas pokok melakukan penelitian dan pengembangan. Pengembangan adalah kegiatan tindak lanjut penelitian untuk mendapatkan informasi tentang cara mempergunakan teori, dan atau proses, untuk tujuan praktis (1). Hasil penelitian dan pengembangan yang akan di hitung angka kredit penelitinya harus disampaikan ke P2JP, P2JP mengolah Penetapan angka kredit bagi para peneliti di Indonesia. Penentuan PAK dilakukan melalui beberapa proses yang dapat dilihat pada Gambar 1.
Penelitian bertujuan untuk merancang sistem informasi Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk Jabatan Peneliti berbasis komputer; sehingga dapat memudahkan dalam membuat laporan penentuan angka kredit, memudahkan pemasukan dan pencarian data sehingga dapat menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan. Penelitian menggunakan paradigma System Development Life Cycle (2), meliputi tahapan pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi pustaka; Analisis sistem dengan flow map; perancangan sistem dengan menggunakan diagram konteks, DFD, kamus data, ERD, relasi antar file, struktur file, struktur program, rancangan masukan, rancangan luaran, dan struktur menu.

2. Pengumpulan Data dan Analisis Sistem
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan petugas di P2JP LIPI. Selain itu dilakukan juga studi literatur yang berhubungan dengan jabatan peneliti, seperti pengertian jabatan peneliti, perolehan jabatan peneliti, jenjang peneliti, perhitungan angka kredit, unsur yang dinilai, tata cara pengajuan angka kredit, tata cara penilaian, dll.
Analisis sistem ditujukan untuk menganalisis sistem yang sedang berjalan, sehingga dapat dipahami keadaan sistem yang ada, analisis ini biasanya menggunakan diagram alir dokumen. Aliran dokumen dari satu bagian ke bagian lain dapat terlihat dengan jelas, begitu juga adanya penyimpan data, yang dilakukan secara manual. Analisis dilakukan juga pada proses Penetapan Angka Kredit Jabatan Penelitian yang biasa dilakukan. Hasil analisis ini kemudian digunakan untuk merancang sistem informasi yang diperlukan.

Pengertian Jabatan Peneliti di jelaskan dalam Surat Edaran Bersama Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara dan Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 15/SE/1982 dan Nomor 704/KEP/J.10/1982 tanggal 27 Oktober 1982 (1). Urutan jabatan peneliti adalah sebagai berikut: Asisten Peneliti Muda, Asisten Peneliti Madya, Ajun Peneliti Muda, Ajun Peneliti Madya, Peneliti Muda, Peneliti Madya, Ahli Peneliti Muda, Ahli Peneliti Madya, dan Ahli Peneliti Utama.
Jenjang Pangkat Jabatan Peneliti adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Jenjang Pangkat Peneliti

Jabatan Peneliti Pangkat dan Golongan Ruang
Asisten Peneliti Muda Penata Muda, Golongan Ruang III/a
Asisten Peneliti Madya Penata Muda Tingkat I, Golongan Ruang III/b
Ajun Peneliti Muda Penata, Golongan Ruang III/c
Ajun Peneliti Madya Penata Tingkat I, Golongan Ruang III/d
Peneliti Muda Pembina, Golongan Ruang IV/a
Peneliti Madya Pembina Tingkat I, Golongan Ruang IV/b
Ahli Peneliti Muda Pembina Utama Muda, Golongan Ruang IV/c
Ahli Peneliti Madya Pembina Utama Madya, Golongan Ruang IV/d
Ahli Peneliti Utama Pembina Utama, Golongan Ruang IV/e

Untuk dapat diangkat dalam jabatan peneliti, seorang Pegawai Negeri Sipil harus memenuhi angka kredit yang ditentukan dan mempunyai tugas pokok melakukan penelitian dan pengembangan dan bekerja pada satuan organisasi penelitian dan pengembangan. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh seorang Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat menjadi pejabat peneliti adalah sebagaimana dimaksud dalam lampiran II Keputusan Menteri Negara Penertiban Aparatur Negara Nomor 01/MENPAN/1983, yaitu:

(1) Asisten Peneliti Muda = 100 angka kredit
(2) Asisten Peneliti Madya = 150 angka kredit
(3) Ajun Peneliti Muda = 200 angka kredit
(4) Ajun Peneliti Madya = 300 angka kredit
(5) Peneliti Muda = 400 angka kredit
(6) Peneliti Madya = 550 angka kredit
(7) Ahli Peneliti Muda = 700 angka kredit
(8) Ahli Peneliti Madya = 850 angka kredit
(9) Ahli Peneliti Utama = 1000 angka kredit

Jumlah angka kredit tersebut di atas, harus terdiri dari:
(1) Sekurang-kurangnya 70% (tujuh puluh persen) berasal dari unsur-unsur utama, karya tulis ilmiah, dan atau pemacuan teknologi (lihat Tabel 2).
(2) Sebanyak-banyaknya 30% (tiga puluh persen berasal dari unsur-unsur penunjang, yaitu pemasyarakatan ilmu dan teknologi, keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah, pembinaan kader ilmiah, dan atau penghargaan ilmiah
(3) Angka kredit dari unsur kriteria karya tulis ilmiah yang diterbitkan sekurang-kurangnya harus sama dengan jumlah angka kredit dari unsur kriteria karya tulis ilmiah yang belum dan atau tidak diterbitkan.
(4) Untuk dapat diangkat sebagai Ahli Peneliti seorang Pegawai Negeri Sipil wajib memiliki angka kredit dari unsur kriteria karya tulis ilmiah hasil penelitian yang diterbitkandan atau disajikan dalam pertemuan ilmiah dan atau dalam pemacuan teknologi sekurang-kurangnya sebesar 30%(tiga puluh persen) yang di tulis /dibuatnya sendiri atau bersama dengan pejabat peneliti lain, dengan ketentuan ia sebagai penulis/pembuat utamanya.
(5) Apabila suatu karya tulis ilmiah atau pemacuan teknologi atau pemasyarakatan ilmu dan teknologi atau keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah ditulis oleh lebih dari seorang, maka pembagian angka kreditnya ditetapkan 60%(enam puluh persen) bagi penulis utama dan 40% (empat puluh persen) bagi semua penulis pembantu.
(6) Apabila kriteria yang dipergunakan dalam penilaian berubah maka yang diperhitungkan hanya selisih angka kreditnya.
(7) Angka kredit dari unsur kriteria pendidikan bergelar hanya diperhitungkan satu kali dan yang dinilai ialah pendidikan tertinggi.
(8) Apabila Pegawai Negeri Sipil memperoleh pendidikan yang lebih tinggi setelah ia diangkat dalam jabatan peneliti, maka yang diperhitungkan hanyalah selisih angka kredit antara pendidikan yang diperoleh sebelumnya dengan pendidikan yang lebih tinggi itu (1).
Untuk membantu analisis sistem yang berjalan maka dibuat flow map atau bagan alir dokumen, seperti telihat pada Gambar 1.

Tabel 2. Angka kredit yang harus dipenuhi oleh pejabat peneliti

NO

Jabatan dan Pangkat

Jenjang Jabatan/Jenjang Golongan/Angka Kredit

Kriteria

AsistenPeneliti

Ajun Peneliti

Peneliti

Ahli Peneliti

 

Unsur-Unsur

Prosentase

MudaIII/a

MadyaIII/b

MudaIII/c

MadyaIII/d

MudaIV/e

MadyaIV/b

MudaIV/c

MadyaIV/d

UtamaIV/e

ABC

Pendidikan
Karya Tulis Ilmiah
Pemacuan Teknologi
≥ 70%

70

105

140

210

280

385

490

595

700

DEF

G

Pemasyarakatan Ilmu
Keikutsertaan Dalam kegiatanilmiah
PembinaanKaderIlmiah
Penghargaan
≤ 30%

30

45

60

90

120

165

210

255

300

  Jumlah  

100

150

200

300

400

550

700

850

1000

Flow Map Sistem P2JP yang sedang berjalan

Gambar 1 Flow Map Sistem P2JP yang sedang berjalan

Keterangan:
1 = dokumen usulan dari Instansi peneliti
2 = pembuatan disposisi ketua LIPI
3 = dokumen yang sudah di disposisi oleh Ketua LIPI
4 = pembuatan disposisi kepala P2JP
5 = dokumen yang sudah di disposisi oleh kepala P2JP
6 = pembuatan disposisi kepala Biro Organisasi dan Pengawasan
7 = dokumen yang sudah di disposisi oleh kepala BOP
8 = pembuatan disposisi kepala bagian jabatan fungsional
9 = dokumen yang sudah di disposisi oleh kepala bagian jabatan fungsional
10 = mengecek kelengkapan berkas
11 = berkas yang lengkap, yang tidak lengkap dikembalikan ke Instansi pengusul
12 = membuat kelengkapan untuk pengiriman berkas
13 = berkas dan dokumen yang lengkap
14 = penilaian berkas dan dokumen
15 = hasil penilaian
16 = pembuatan disposisi hasil penilaian
17 = dokumen hasil penilaian
18 = persiapan sidang
19 = dokumen kelengkapan sidang
20 = sidang P2JP
21 = hasil sidang P2JP dan berupa format PAK
22 = pengesahan PAK oleh Ketua LIPI
23 = PAK yang sudah disahkan oleh Ketua LIPI
24 = pembuatan surat pengantar PAK
25 = surat pengantar lengkat dengan PAK
26 = surat pengantar dari BOP lengkap dengan PAK
27 = surat pengantar dari BOP lengkap dengan PAK
28 = arsip surat pengatar dan PAK

3. Perancangan Sistem Informasi

Berdasarkan hasil analisis sistem kemudian dibuat rancangan sistemnya, meliputi: Diagram Konteks, Data Flow Diagram, Entity Relantionship Diagram (ERD), Relasi antar File, Struktur File, Struktur Program, Struktur Menu, Format Masukan dan Format Luaran.
Diagram konteks menggambarkan suatu sistem informasi secara global, termasuk aliran data dari masukan (input) ke proses kegiatan (sistem), dari proses ke proses, dan dari proses ke luaran (output) menjadi sebuah informasi yang terpadu.
Data Flow Diagram merupakan alat pemodelan dari proses analisis kebutuhan perangkat lunak. Dalam DFD dibahas fungsi-fungsi apa saja yang diperlukan oleh suatu sistem dan aliran data yang terdapat diantara proses di dalamnya. DFD berguna sebagai alat untuk memverifikasikan apakah sistem yang akan dibangun sudah memenuhi kriteria yang diinginkan oleh user atau belum. Data flow diagram dapat dikembangkan dari level yang paling rendah ke level yang lebih tinggi. DFD level 0 merupakan pengembangan dari diagram konteks, DFD level 1 merupakan pengembangan dari DFD level 0. Tiap proses dari DFD dapat dikembangkan lagi menjadi lebih detail sampai proses-proses tersebut tidak dapat dikembangkan lagi. Adapun Data Flow Diagram yang dari Sistem Pemrosesan Angka Kredit (PAK) bagi jabatan peneliti dapat dilihat pada Gambar 2 (DFD Level 0), Gambar 3 (DFD level 1 poses 1) , dan Gambar 4 (DFD level 1 proses 2).

Data Flow Diagram Level   0

Gambar 2. Data Flow Diagram Level
Keterangan : A = Biodata Peneliti; B = Data Penelitian; C = Data Jabatan;
D = Data Golongan; E = Data AKJP; F = Laporan

Data Flow Diagram Level 1 Proses 1
Gambar 3. Data Flow Diagram Level 1 Proses 1

Data Flow Diagram Level 1 Proses 2
Gambar 4. Data Flow Diagram Level 1 Proses 2

Kamus Data meliputi:
a) Biodata peneliti : Nip, Nama, J_kelamin, Alamat, kota, kode pos, Telp, Agama, Tanggal Pak, Pendidikan.
b) Data Penelitian : Nip, kode penelitian
c) Data Jabatan : Nip, Angka kredit unsur utama, Angka kredit unsur penunjang, Angka kredit karya tulis ilmiah atau Angka kredit pemacuan teknologi.
d) Data Golongan : Kode golongan, Pangkat, Jabatan.
e) Data AKJP : Kode AKJP, Unsur, Sub unsur, Butir, Angka kredit (Unsur = Pendidikan, Karya tulis ilmiah, Pemacuan teknologi, Pemasyarakatan ilmu dan teknologi, Keikut sertaan dalam kegiatan ilmiah, Pembinaan kader ilmiah, Penghargaan ilmiah).
f) Pembuatan laporan: Laporan peneliti (nip, jenis kelamin, agama, pendidikan, semua data), Laporan perolehan angka kredit (nip, semua data), Laporan perolehan jabatan (nip, golongan, semua data).

Relasi antar file/data base merupakan hubungan yang terjadi antara satu file dengan file yang lain, yang dihubungan dengan suatu kata kunci (key). Hubungan antar file dari Sistem Pemrosesan Angka Kredit bagi Jabatan Peneliti dapat dilihat pada gambar 5

Relasi antar file
Gambar 5. Relasi antar file

Rancangan masukan merupakan tampilan data yang dirancang untuk menerima masukan data dari user sebagai petugas data entry. Rancangan masukan ini harus dapat memberikan kejelasan bagi pemakai, baik dari bentuknya maupun dari masukan-masukan data yang akan diinput. Adapun rancangan masukan dalam Sistem Penetapan Angka Kredit ini ada 2 yaitu rancangan masukan Bio-data dan rancangan masukan perolehan angka kredit. Rancangan masukan bio-data dapat dilihat pada gambar 6 dan rancangan masukan angka kredit jabatan peneliti dapat dilihat pada gambar 7.

a. Rancangan masukan Biodata

Rancangan masukan Bio-data Pejabat Peneliti
Gambar 6. Rancangan masukan Bio-data Pejabat Peneliti

b. Rancangan masukan Perolehan Angka Kredit

Rancangan masukan perolehan angka kredit pejabat peneliti
Gambar 7. Rancangan masukan perolehan angka kredit pejabat peneliti

Selain rancangan masukan, diperlukan juga rancangan keluaran yang akan ditampilkan ke printer atau ke layar komputer. Rancangan keluaran harus dibuat dan didesain dengan baik sesuai kebutuhan pemakai. Contoh rancangan keluaran dapat dilihat pada gambar 8 dan gambar 9

Rancangan keluaran Bio-data peneliti berdasarkan NIP
Gambar 8. Rancangan keluaran Bio-data peneliti berdasarkan NIP

Rancanagan keluaran Perolehan Angka Kredit jabatan peneliti berdasarkan NIP

Gambar 9 Rancanagan keluaran Perolehan Angka Kredit jabatan peneliti berdasarkan NIP

Kemudahan penggunaan program merupakan salah satu aspek dalam perancangan. Gunanya agar user dengan mudah dapat menjalankannya, kemudahan ini dapat dibantu dengan user interface. User interface dirancang dengan mengelompokkan fungsi-fungsi yang sejenis dalam satu sub-menu pulldown. Struktur menu dari Sistem Pemrosesan Angka Kredit Jabatan Peneliti dapat dilihat pada gambar 10
Struktur Menu
Gambar 10 Struktur Menu


4. Penutup

Hasil observasi terhadap sistem pemrosesan angka kredit bagi jabatan peneliti, dapat disimpulkan bahwa perlu adanya sistem yang berbasis komputer, sehingga pemasukan, pengolahan, penyimpanan, dan pencarian data dapat dilakukan dengan cepat, termasuk pembuatan laporan.
Untuk merealisasikan adanya sistem berbasis komputer, perlu dibuat diagram alir dokumen, sehingga dapat diketahui entitas yang terlibat; diagram konteks sistem untuk mengetahui hubungan antar entitas sumber, proses, dan entitas tujuan, hal ini memudahkan dalam melihat sistem yang akan dirancang secara global; diagram aliran data untuk mengetahui data yang mengalir dari entitas awal ke proses, data dari proses ke entitas tujuan, data dari proses ke proses, dan data dari proses ke file, begitu juga sebaliknya; diagram relasi entitas untuk mengetahui relasi antar file, termasuk kardinalitasnya apakah satu ke satu, satu ke banyak atau banyak ke banyak; struktur file; struktur menu dan struktur program, semuanya ini dilakukan dengan maksud untuk memudahkan dalam tahap implementasi.

 Konsep Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen (SIM) bukan sistem informasi keseluruhan, karena tidak semua informasi di dalam organisasi dapat dimasukkan secara lengkap ke dalam sebuah sistem yang otomatis. Aspek utama dari sistem informasi akan selalu ada di luar sistem komputer.Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi. Banyak organisasi yang gagal membangun SIM karena :Kurang organisasi yang wajarKurangnya perencanaan yang memadaiKurang personil yang handalKurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat.Organisasi harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat dalam merancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang.Secara teoritis komputer bukan prasyarat mutlak bagi sebuah SIM, namun dalam praktek SIM yang baik tidak akan ada tanpa bantuan kemampuan pemrosesan komputer. Prinsip utama perancangan SIM : SIM harus dijalin secara teliti agar mampu melayani tugas utama.Tujuan sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika.A.DEFINISI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)Sistem informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan muncunya peraturan dari pemerintah.Lingkungan bisnis bukan hanya rumit tetapi juga dinamis. Oleh sebab itu manajer harus membuat keputusan dengan cepat terutama dengan munculnya masalah manajemen dengan munculnya pemecahan yang memadai.B.UNSUR-UNSUR SISTEM INFORMASI SEDERHANASemua sistem informasi mempunyai tiga kegiatan utama, yaitu menerima data sebagai masukan (input), kemudian memprosesnya dengan melakukan penghitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran dan lain-lain, akhirnya memperoleh informasi sebagai keluarannya (output).DATA : fakta-fakta atau sesuatu yang dianggap (belum mempunyai arti)INFORMASI : data yang telah diproses atau data yang memiliki arti.Perubahan data menjadi informasi dilakukan oleh pengolah informasi. Pengolah informasi dapat meliputi elemen-elemen komputer, non-komputer atau kombinasi keduanya.C.SISTEM INFORMASI UNTUK MANAJERInformasi yang diberikan kepada manajer digunakan untuk mengendalikan operasi, strategi, perencanaan jangka panjang & pendek, pengendalian manajemen dan pemecahan masalah khusus.Dalam sistem yang dikomputerisasikan, program secara terus-menerus memantau transaksi pemasukan yang diproses atau yang baru di proses guna pengindetifikasian dan secara otomatis melaporkan lingkungan perkecualian yang memperoleh perhatian manajemen.Semakin tinggi lapisan manajemen akan semakin cenderung menggunakan informasi yang berasal dari luar untuk tujuan pengendalian manajemen. Perbandingan kinerja organisasi dengan statistika ringkasan dari pesaing atau industri rata-rata jelas sangat penting artinya.D. SISTEM INFORMASI INTELIJENSistem informasi intelijen secara otomatis bertugas mencari dan menganalisis informasi tentang lingkungan sosial, politik, hukum, peraturan perundangan dan ekonomi dari satu atau lebih negara disamping juga tentang kesehatan dan prospek masa depan industri dimana perusahaan bersangkutan merupakan bagian didalamnya serta juga tentang pesaingnya.Sistem informasi intelijen akan memberikan informasi perencanaan yang para manajer tidak menerima dari sumber lain.Sumber informasi intelijen :Lembaga pemerintah.Asosiasi perdagangan industriPerusahaan riset pasar swastaMedia massaKajian khusus yang dilakukan organisasiInformasi yang diperoleh akan digunakan untuk memahami strategi pesaing, pergeseran halus dalam selera konsumen.Unsur pokok dalam informasi intelijen :Profil keperluan informasi dari manajerSistem penggalian informasi manajemenSistem pengkodean dan penyimpanan.Sistem analisis dataKajian khususSistem pelaporanPedoman penghapusan data.Sistem intelijen dapat memberikan banyak keuntungan bagi suatu perusahaan atau lembaga. Sekarang ini tidak hanya perusahaan besar yang memiliki sistem intelijen banyak perusahaan kecil yang juga mempunyai.E.INTEGRASI SISTEM INFORMASIIntegrasi : adanya saling keterkaitan antar sub sistem sehingga data dari satu sistem secara rutin dapat melintas, menuju atau diambil oleh satu atau lebih sistem yang lain.Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari SIM. Berbagai sistem dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara yang sesuai keperluannya.Integrasi sistem informasi dapat bersifat hirarkis yaitu pada tingkat transaksi akan memberikan masukan data kepada sistem tingkat manajerial atau sering pula dalam arah sebaliknya. Interaksi hirarkis adalah paling banyak diidentifikasikan dan diitegrasikan karena manajer mengetahui bahwa informasi harus diringkaskan menurut jalur hirarki disamping sistem yang bersangkutan ada di bawah satu garis komando dan karena manajer dalam bidang fungsional akan lebih banyak mengetahui data apa yang ada dalam sistemnya.Keuntungan dari integrasi :Membaiknya arus informasi di dalam sebuah organisasi.Mendorong manajer untuk membagikan informasi yang dihasilkan oleh departemennya agar secara rutin mengalir ke sistem yang lain yang memerlukan.F.EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTERA. Fokus awal pada dataSelama paruh pertama abad 20, perusahaan pada umumnya mengabaikan kebutuha n informasi para manajer. Pada fase ini penggunaan komputer hanya terbatas pada aplikasi akuntansi.Nama aplikasi akuntasnsi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) .B. Fokus baru pada informasiTahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar.C. Fokus revisi pada pendukung keputusan.Sistem pendukung keputusan (Decision support system)= sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer.Manajer tsb. Berada di bagian manapun dalam organisasi pada tingkat manapun dan dalam area bisnis apapun. DSS dimaksudkan untuk mendukung kerja satu manajer secara khusus.Spesifikasi DSS :Berfokus pada proses keputusan daripada proses transaksiDirancang dengan mudah, sederhana, dapat diterapkan dengan cepat dan mudah diubah.Dirancang dan dioperasikan oleh manajerMampu memberikan informasi yang berguna bagi analisis kegiatan manajerial.Berkaitan dengan hanya bagian kecil dari masalah besarMemiliki logika yang serupa dengan cara manajer menganilis situasi yang sama.Memiliki basis data berisi informasi yang disarikan dari file dan informasi lain organisasi yang berasal dari lingkungan eksternal.Memungkinkan manajer untuk menguji hasil yang mungkin dari serangkaian alternatif.D. Fokus pada KomunikasiPada waktu DSS berkembang , perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission.E. Fokus potensial pada konsultasiKomputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).G.KEMAMPUAN SEBUAH SISTEM INFORMASI MANAJEMENPengetahuan tentang potensi kemampuan sistem informasi yang dikomputerisasi akan memungkinkan seorang manajer secara sistematis menganalisis masing-masing tugas organisasi dan menyesuaikannya dengan kemampuan komputer.SIM secara khusus memiliki beberapa kemampuan teknis sesuai yang direncanakan baginya. Secara kolektif kemampuan ini menyangkal pernyataan bahwa komputer hanyalah mesin penjumlah atau kalkulator yang berkapasitas tinggi, sebenarnya komputer tidak dapat mengerjakan sesuatu ia hanya mengerjakan lebih cepat. Sistem informasi komputer dapat memiliki sejumlah kemampuan jauh diatas sistem non komputer. Dan kemampuan ini telah merevolusikan proses manajemen yang menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem yang telah ada. Beberapa kemampuan teknis terpenting dalam sistem komputer :Pemrosesan data batchPemrosesan data tunggalPemrosesan on-line, real timeKomunikasi data dan switching pesanPemasukan data jarak jauh dan up date filePencarian records dan analisisPencarian fileAlgoritme dan model keputusanOtomatisasi kantor.H.KEMAMPUAN PELAPORANSemua sistem informasi memiliki kemampuan pelaporan dan laporan harus dirancang agar sesuai dengan bentuk tertentu.Prinsip pelaporan :Laporan harus menonjolkan informasi terpentingHarus seringkas mungkinHarus disediakan dukunganSistem pelaporan manajemen biasanya dalam transisiSetiap laporan harus berformat keputusanTerstruktur untuk melaporkan suatu kinerjaJenis-jenis laporan :1. Laporan periodikLaporan yang secara rutin dikerjakan2. Laporan indikator kunciMerupakan variasi laporan periodik, laporan ini secara khusus memberikan beberapa statistik kritis kegiatan operasi harian kepada manajer.Laporan siap panggilJenis laporan yang ditetapkan oleh manajer agar tersedia sebelum berakhirnya satu periode, mungkin karena masalah operasi yang tidak diharapkan atau adanya ancaman.Laporan khususLaporan ini sering disebut juga laporan ad-hoc adalah jenis laporan lain dari jenois laporan tidak terjadwal yang dapat diminta oleh manajer.Laporan perkecualianYaitu laporan yang berisi hanya informasi yang dibutuhkan oleh manajer.I.INTERFACE ANTARA MANAJER DAN MESIN.= titik kontak dimana sistem komputer memberikan informasi kepada manajer atau dimana manajer memberikan data kepada sistem komputer.Bentuk komunikasi antara manajer dan komputer :Pengembangan program komputerDialog atau menyelami fileMengakses dataMemasukkan input.RINGKASANSeiring dengan perkembangan lingkungan bisnis yang rumit dan lingkungan yang dinamis tuntutan terhadap keberadaan Sistem informasi manajemen adalah menjadi kebutuhan.Sistem informasi manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi secara rasional dan yang mentransformasikan data menjadi informasi dengan berbagai cara sehingga dapat meningkatkan produktifitas selain juga harus disesuaikan dengan gaya dan watak para manajernya.Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab gagalnya membangun SIM, antara lain :· Kurang organisasi yang wajar· Kurangnya perencanaan yang memadai· Kurang personil yang handal· Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.Kemampuan teknis sistem komputer :Pemrosesan data batchPemrosesan data tunggalPemrosesan on-line, real timeKomunikasi data dan switching pesanPemasukan data jarak jauh dan up date filePencarian records dan analisisPencarian fileAlgoritme dan model keputusanOtomatisasi kantor.

Sistem Informasi Perhitungan Statistik Kelautan Perikanan

STATISTIK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Dalam menyebarluaskan data statistik kelautan dan perikanan, maka sejak tahun 2006, PUSDATIN menerbitkan buku “STATISTIK KELAUTAN DAN PERIKANAN” yang diterbitkan setiap tahun. Selain dalam bentuk hardcopy (buku), data tersebut juga dapat diperoleh dalam bentuk softcopy yang dapat didownload melalui situs ini. Publikasi ini menyajikan statistik kelautan dan perikanan yang meliputi perikanan tangkap; perikanan budidaya; pengolahan dan pemasaran hasil perikanan; kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil; pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan; SDM kelautan dan perikanan; riset kelautan dan perikanan; statistik perikanan dunia; dan statistik lainnya. Seluruh data yang disajikan dalam buku Statistik Kelautan dan Perikanan bersumber dari produk administrasi dari setiap unit kerja pada Departemen Kelautan dan Perikanan yaitu Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal dan Badan, juga berasal dari instansi lain terkait dengan kelautan dan perikanan yaitu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Badan Pusat Statistik (BPS), Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan serta intansi terkait lainnya.
Sistem Informasi Perhitungan Statistik (SIMPATIK) merupakan perangkat lunak berbasis web yang bertugas dalam menginventarisir perhitungan yang berhubungan dengan data kelautan dan perikanan. Hal tersebut dilakukan dengan mengumpulkan data-data yang telah ada dan tersebar di seluruh unit kerja lingkup DKP, serta menyusun data-data baru yang diperlukan secara bersama-sama dengan unit kerja lainnya baik intern DKP termasuk Dinas Propinsi dan Kabupaten/Kota yang membidangi kelautan dan perikanan, maupun dengan lembaga-lembaga lainnya baik lembaga pemerintah maupun swasta dan mitra kerja lainnya.

Trend Sistem Informasi Industri Perbankan

Trend Produk
Saat ini bank ritel di Indonesia memiliki produk dan layanan:
<!–[if !supportLists]–>Tabungan
<!–[if !supportLists]–>Deposito
<!–[if !supportLists]–><!–[endif]–>Giro
<!–[if !supportLists]–>Kartu Debit
<!–[if !supportLists]–>Kartu Kredit
<!–[if !supportLists]–>Perdagangan Bank Notes, Valas, dsb (Trade Finance)
Trend Transaksi
Jenis transaski sudah beragam baik menggunakan Kartu Debit, Kartu Kredit yang memanfaatkan jaringan ATM atau Debit Access Transaction umumnya di Cashier yang berlokasi di gerai, outlet tempat-tempat perbelanjaan.
Sebagai gambaran BCA dengan 750 kantor online-nya, dilengkapi 2.100 ATM yang mempunyai fungsionalitas memadai, dapat menghandle dengan baik 8,2 juta nasabahnya.
Dengan jumlah transaksi per hari 2,4 juta. Dari jumlah transksi tersebut rata-rata 821.000 transaski dilakukan melalui ATM, dengan kata lain tingkat pemakaian ATM-nya sebesar 3,9 kali. Sedangkan transaksi lainnya yang sudah lazim dilakukan meliputi:
<!–[if !supportLists]–>Mengecek saldo
<!–[if !supportLists]–>Fasilitas Pembayaran: Pemindahbukuan dan Penarikan Tunai
<!–[if !supportLists]–><!–[endif]–>Fasilitas untuk menerima Pembayaran (speed collect)
<!–[if !supportLists]–>Pembukaan dan pengecekan L/C
Layanan On Line Banking
Seperti ungkapan futurolog teknologi Nicholas Negroponte; bahwa dunia makin lama makin digital. Hal ini ditengarai oleh pesatnya perkembangan transaksi bisnis dan kegiatan non-bisnis yang makin beralih ke pemanfaatan komputer on-line.
Dipicu oleh perkembangan Internet, makin meningkatnya kemampuan hardware dan software dengan kecepatan tinggi dan penyebaran komputer, makin menyadarkan nasabah bank akan berbagai kemudahan yang didapatkan dengan ketersediaan layanan On-line banking.
Saat ini standar layanan ritel banking kelas dunia seperti Chase Manhattan Bank, Bank Of America (BOA) bagi nasabahnya bukan saja menyediakan transakasi real-time, namun banyak lagi produk layanan berbasis on-line seperti:<!–[if !supportLists]–>
Packet S/W (Windows) gratis dan tak terbatas sebagai antisipasi memenangkan persaingan teller-less.
Packet software keuangan (Quicken, MoneyOne, BankNow)
Packet Entreprise Resourches Planning (ERP software) yang tentunya sangat dibutuhkan dalam mengelola bisnisnya.<!–[if !supportLists]–><!–[if !supportLists]–>
Kesemua software bantuan tadi dapat diakses, berkat tersedianya portal khusus yang dimiliki oleh setiap Bank.
Ketersediaan Teknologi dan Dampaknya
Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika mengarah ke konvergensi dan dipicu oleh ketatnya kompetisi, melahirkan berbagai inovasi dan lompatan teknologi Telematika.
Paradigma diatas sangat mempengaruhi pola dan strategi bisnis, tidak terkecuali industri perbankan. Tuntutan keragaman, kemudahan, kecepatan dan harga jasa yang sangat murah semakin cepat mengemuka.
Bagi sektor perbankan yang sangat mengutamakan unsur kepercayaan dan efisiensi serta layanan berkualitas, perlu menata ulang bisnisnya dengan mencermati ketersediaan inovasi teknologi serta dampaknya bagi kelangsungan dan pertumbuhan bisnisnya.
Berikut diuraikan teknologi dan dampaknya bagi perbankan
A. <!–[endif]–>Internet
Merupakan jaringan media informasi global untuk umum berkecepatan tinggi, yang menghubungkan setiap PC dengan PC lain melalui modem.
Manajemen operasinya diatur melalui Penyedia Jasa Internet (ISP) yang terhubung dengan International Internet Gateway, sehingga setiap individu dengan PC yang dilengkapi modem dapat berkomunikasi, bertukar informasi atau hanya sebatas mencari informasi keseluruh belahan dunia.
<!–[if !supportLists]–>B. <!–[endif]–>Intranet
Jaringan komunikasi intuk keperluan internal, yang mampu membuat sesama karyawan dapat bertukar informasi dan bertukar pengetahuan ataupun media penyampaian informasi kebijakan perusahaan pengganti majalah, bulletin di internal perusahaannya (private network).<!–[if !supportLists]–>C. <!–[endif]–>Extranet
Jaringan komunikasi yang dibangun dari saru perusahaan ke perusahaan lainnya untuk saling bertukar informasi, bertransaski dari dan ke supllier, pelanggan dan pelaku bisnis lainnya.<!–[if !supportLists]–>D. <!–[endif]–>World Wide Web (www)
Entitas yang paling cepat tumbuh dalam fasilitas Internet, yang menyediakan fasilitas dan kemudahan dalam membuka atau mengirim informasi melalui saluran/ links “hypertext”.
Dengan entitas ini memudahkan setiap komputer yang terhubung ke Web secara cepat mendapat akses informasi umum dari setiap komputer lainnya di Internet, walaupun jumlah informasinya banyak atau dari tempat yang jauh.<!–[if !supportLists]–>E. <!–[endif]–>e- commerce
Merupakan aplikasi perdagangan yang memanfaatkan fasilitas Internet, yang menjadikan setiap individu/ perusahaan dapat secara langsung tersambung secara digital ke perusahaan/individu lainnya untuk melakakukan transaksi bisnis.
Pemanfaatannya saat ini dapat dikategorikan dalam:
<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Business to Business
<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Business to Customers
Agar keduabelah pihak dapat bertransaksi secara langsung, terlebih dahulu harus dibangun 2 sistem yang terintegrasi:
<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Interactive order entry and processing
Menjamin tersedianya fasilitas bertransaksi mulai, Informasi produk dan specifikasinya (e-marketplace), Pemesanan (Placing Order), Order Processing sampai pemenuhan Order (e-fulfillment)
<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>On-line payment
Fasilitas internet yang memungkinkan pembayaran dilakukan secara on-line antara pembeli ke Bank atau Credit Card, setelah proses order terpenuhi persyaratannya (e-fulfillment).
Fasilitas ini menggantikan proses dagang konvensional seperti : pesan lewat Fax, e-mail, pembayaran dengan L/C sampai monitoring kelengkapan dokumennya.<!–[if !supportLists]–>F. <!–[endif]–>e- retail
Forrester Research, November 2000 mengatakan, penjualan ritel melalui internet akan mencapai USD 92 juta pada 2001. Hal ini membuktikan jalur internet telah memantapkan diri sebagai perantara penjualan dengan pertumbuhan tercepat.
Umumnya kegiatan e-retail meliputi:
<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Pengembangan model bisnis
<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Disain situs WEB
<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>Pengembangan dan manajemen kontent
<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>Kemitraan dan aliansi
<!–[if !supportLists]–>e. <!–[endif]–>Akusisi pelanggan
<!–[if !supportLists]–>f. <!–[endif]–>Desain rantai persediaan
<!–[if !supportLists]–>g. <!–[endif]–>Model pemenuhan pelanggan (e-fulfillment)
<!–[if !supportLists]–>h. <!–[endif]–>Rencana skalabilitas
<!–[if !supportLists]–>i. <!–[endif]–>Integrasi dan eksekusi balik layar (back end)
<!–[if !supportLists]–>j. <!–[endif]–>Cara mempertahankan pelanggan
<!–[if !supportLists]–>k. <!–[endif]–>Ekonomi jangka panjang
Beberapa hal perbedaan e-retail dengan retail konvensional :
<!–[if !supportLists]–><!–[endif]–>Kecepatan menanggapi: Lebih cepat menerima dan memproses pesanan.
<!–[if !supportLists]–>Akses pelanggan terhadap informasi: Semakin ekstensif dan selalu up-to-date
<!–[if !supportLists]–>Area jual beli yang selalu berubah: pperkenalkan produk baru berdasarkan permintaan konsumen, bukan siklus perkembangan produk
<!–[if !supportLists]–>Kemantapan eksekusi: selain kesediaan produk dan kemudahan pembayaran, konsumen juga menuntut kecepatan pengiriman produk.
Ada 5 (lima) kunci pokok untuk mencapai sinkronisasi supply chain, yaitu:
<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Kesempurnaan operasional: Perencanaan pengantaran dan menerapkan konsekuensi perubahan atas upaya mengimplementasi kerangak peningkatan kinerja.
<!–[if !supportLists]–>Terobosan dengan memanfaatkan web, untuk pengurangan berlipat ganda biaya dari tiap proses.
<!–[if !supportLists]–>Menciptakan kerjasama baru
<!–[if !supportLists]–>Mengolola kompleksitas dalam waktu seketika
<!–[if !supportLists]–>Mengoptimalisasi hal-hal tak terdugaTercapainya kelima kekuatan diatas akan sangat membantu dalam mengimplementasikan strategi rantai persediaan, antara lain menyegmentasi berdasarkan kebutuhan pelanggan dan merencanakan sesuai kondisi pasar serta menyesuaikan jaringan logistik agar mencapai kesempurnaan e-retailing.
<!–[if !supportLists]–>G. <!–[endif]–>e- government
Sistem informasi pemerintahan yang berbasis web dan internet protocol untuk meningkatkan pelayanan pemerintah kepada warganya secara cepat dan murah. Contoh aplikasinya meliputi : KTP, Pajak, Fiskal dan SIM on-line.<!–[if !supportLists]–>H. <!–[endif]–>e- resourches
Suatu bentuk Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Pendapatan Bagi Hasil Eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) yang saat ini masih diimplementasikan dibidang kelautan, dimana Pemerintah selaku pemegang hak pengelolaan membuat situs Internet tentang seluruh kandungan kekayaan alam, kebijakan ekploitasi, pola bagi hasil dan tatacara pembayarannya.
Pendapatan bagi hasil dengan investor yang mengeksploitasi SDA tersebut dikelola secara on-line ke Bank.
<!–[if !supportLists]–>I. <!–[endif]–>LAN –sharing
Merupakan teknologi peng-optimalasasian jaringan sehingga dapat digunakan bersama-sama baik dalam Bank serempak dengan LAN Nasabah, dengan pembatasan-pembatasan penggunaan fungsi, akses datanya dan menjamin keamanan data base masing-masing pengguna.<!–[if !supportLists]–>J. <!–[endif]–>Portal
Pintu gerbang bagi pengguna Internet, sehingga memungkinkan untuk pencarian, bertukar informasi, memperoleh informasi tertentu secara up to date hingga melaksanakan transasksi berbasis web (e-commerce, dsb)Kesepuluh inovasi teknologi telematika di atas merupakan satu kesatuan yang saling terintegrasi dan berdampak langsung terhadap pola bisnis dan persaingan.
Perusahaan-perusahaan yang adaptif dalam memanfaatkan kesepuluh teknologi di atas bukan hanya mencapai efisiensi usaha, namun juga mendapatkan banyak manfaat dalam menata ulang usaha dan menyusun skenario pertumbuhannya, sampai dimanfaatkan sebagai alat strategis untuk membangun berbagai keunggulan dalam memenangkan persaingan yang cenderung semakin terbuka dan meng-global.

Sekuritas Share Folder dengan NTFS

FAQ Edition, by Dicky Rahardiantoro

Menanggapi beberapa pertanyaan yang sering muncul tentang optimalisasi penggunaan Win-XP dan Win NT dalam hal sekuritas, maka pada tulisan ini saya ingin menjelaskan tentang teknik men-setting system sekuritas “Share Folder” pada jaringan Local Area Network (LAN) agar sebuah share folder hanya memiliki 1 fungsi yaitu “menerima data saja” atau “memberi data saja”.

Hal tersebut perlu dijabarkan karena kebanyakan pengguna jaringan Komputer menginginkan tambahan keamanan atas data yang ia kirim ke salah satu client atau user lain.

Misalnya Rita meminta Hassan untuk mengirim softcopy laporan keuangan yang sangat confidential melalui jaringan LAN. Jika share folder yang dimiliki Rita tidak dijamin oleh system sekuritas yang memadai, maka boleh jadi ada pihak ke-3 yang sama-sama terhubung pada jaringan tersebut untuk mengambil data tanpa sepengetahuan kedua belah pihak.

Oleh sebab itu Rita sangatlah membutuhkan Share Folder yang berfungsi sebagai wadah untuk menerima file dan hanya pada Komputer Rita sajalah file tersebut dapat dibuka, diedit dan dihapus.

Solusi mungkin dapat dibuat dengan bantuan sebuah aplikasi pengiriman file data yang terinstall pada Komputer Rita dan Hassan, tapi tentunya solusi tersebut kurang efisien, karena kebutuhan tersebut sebenarnya dapat diatasi dengan mengoptimalkan kemampuan partisi dalam format NTFS yang dapat terbaca di Windows-NT, Windows-XP, Windows 2003 dan Windows dengan versi yang lebih tinggi.

Caranya mudah, silakan cermati tahapan yang saya jelaskan berikut ini :

<!–[if !supportLists]–>

<!–[if !supportLists]–>1. Partisi harus dalam format NTFS, jika partisi anda bukan NTFS maka anda perlu melakukan konversi ke NTFS dengan bantuan software cerdas seperti PowerQuest Partition Magic

<!–[if !supportLists]–> 2. Lakukan Share Folder sebagai berikut :

<!–[if !supportLists]–>1. 3. Atur bagian “Permissions” sebagai berikut :

<!–[if !supportLists]–>1. 4. Klik tab “Security” dan klik Group and User Names dengan jenis “Everyone”

<!–[if !supportLists]–>5. Klik tombol “Advanced” yang terletak pada bagian kanan bawah

<!–[if !supportLists]–> 6. Edit permission stries “Everyone” sebagai berikut :

<!–[if !supportLists]–>7. Perhatikan setting berikut ini :

<!–[if !supportLists]–>8. Klik OK sampai seluruh proses setting selesai

<!–[if !supportLists]–> 9. Seluruh proses di atas akan menyebabkan Client bisa mengirim file data kedalam share folder akan tetapi client tidak bisa membaca dan mengcopy isi share folder

Sistem Informasi Manajemen Kasir Ritel
(Retail Point Of Sales Management Software)
APLIKASI KOMPUTER UNTUK RITEL (AKUR)

Retail Tanpa Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pengelolaan informasi Retail biasanya dikerjakan secara manual. Tanpa penggunaan SIM, maka pendataan transaksi jual beli dan inventori Retail dicatat dalam buku.Kelemahan – kelemahan yang dapat ditemukan dalam kasus ini ialah :

  • Membutuhkan waktu lebih lama dalam melayani transaksi pembayaran, karena harus dihitung secara manual atau dengan kalkulator.
  • Memerlukan waktu untuk memantau inventori stok obat yang ada (stock opname).
  • Memerlukan waktu dalam pembuatan laporan – laporan, karena karyawan harus membuka kembali data-data yang ada, sehingga pekerjaan menjadi kurang efektif.
  • Kemungkinan adanya data – data yang hilan gkarena tidak / lupa tercatat.

Retail Dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM)SIM Retail (Retail Software / Software Ritel / Perangkat Lunak Untuk Ritel) dibuat untuk menangani bagian point of sales kasir dan inventori dari suatu Retail, yaitu dengan cara menyediakan kemampuan untuk menangani transaksi beli dan jual yang dibayar tunai ataupun kredit. Juga untuk menyajikan laporan laporan sehingga keputusan yang diambil manajer lebih tepat sasaran.

Sistem aplikasi ini dirancang untuk digunakan secara mudah baik dengan keyboard dan mouse atau dengan barcode scanner sebagai alat memasukkan data. Sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat. Laporan yang disediakan ada dua macam yaitu laporan standar yang terdiri dari 19 macam dan laporan statistik dan analisa trend yang terdiri dari 4 macam. Dengan banyaknya laporan yang disediakan, maka akan cukup untuk memenuhi lingkup proses di Retail. Masing masing tipe laporan tersebut bisa dihasilkan dengan rentang waktu yang flexible yang bisa ditentukan sendiri, sehingga memudahkan untuk pengamatan hasil kerja atau berjalannya manajemen dari Retail.

Kelebihan – kelebihan (lebih detail ada dibagian bawah) yang diperoleh Retail dengan menggunakan SIM ini adalah :

  • membutuhkan waktu yang lebih singkat dalam melayani transaksi pembayaran, karena SIM atau mesin kasir dapat menghitung secara automatis
  • Pemantauan arus kas, inventori / stok produk yang ada dapat dilakukan secara cepat
  • Pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran, misalnya pemilihan produk / obat obat mana saja yang lebih diperbanyak karena dengan menggunakan laporan statistik, bisa diketahui produk / obat obat mana saja yang paling diminati masyarakat (paling laris).

Informasi Detail Mengenai :
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
RETAIL

Penggunaan Applikasi :
Aliran proses dari penggunaan SIM Retail ini adalah, pengisian data, melakukan transaksi kemudian pembuatan laporan dan analisa statistik produk.
Hak Akses untuk applikasi bisa dibatasi dari menu sekuriti, sehingga sebagai misal tidak sembarang orang bisa melakukan transaksi penjualan, pembuatan laporan dan lain lain. Semua aktivitas dari setiap pengguna dalam pemakaian applikasi ini tercatat secara rinci mendetail, dan hanya bisa dilihat oleh pengguna dengan hak administrator sehingga penyalahgunaan applikasi bisa di minimalisir.

Manajemen Data :
Data data yang bisa di dimasukkan ke dalam sistem dan kemudian di pergunakan untuk mendukung kerja aplikasi adalah data Kategori Produk, data Supplier, data Produk, data Paket / Parcel, data Produk Alternatif dan data Pelanggan. Data data diatas harus diisi terlebih dahulu supaya transaksi bisa dilakukan dengan benar dan laporan bisa dibuat dengan baik

Manajemen Transaksi :

Transaksi ada 2 macam yaitu Penjualan dan Pembelian. Tipe transaksi Penjualan terdiri dari 2 macam yaitu :
1. Penjualan Tunai , untuk pelayanan dengan pembayaran secara cash (bisa uang tunai maupun kartu kredit dan cara bayar lainnya)
2. Penjualan Kredit, untuk pelayanan kepada pelanggan yang pembayarannya bisa dikredit atau dibayar belakangan.

Tipe transaksi Pembelian juga terdiri dari 2 macam yaitu Pembelian Tunai dan Pembelian Kredit, Dari Penjualan dan Pembelian Secara kredit maka tentunya akan ada piutang maupun hutang, penanganan masalah piutang dan hutang yang dicicil maupun dilunasi diatur oleh fungsi manajemen piutang dan hutang.

Entri saat transaksi Penjualan maupun Pembelian, saat harus mengisikan kode produk bisa dilakukan dengan barcode scanner untuk memudahkannya, bisa juga dengan keyboard memilih daftar produk yang tersedia. Saat Transaksi jual akan ada option untuk memilih apakah akan mencetak bon atau tidak, seandainya tidak tercetak tapi ternyata dibutuhkan oleh client, maka bon bisa dicetak dengan utility re-print, sehingga bon bisa dicetak kapan saja.Selain transaksi normal diatas, disediakan juga menu transaksi retur, baik untuk penjualan maupun pembelian. , serta modul pemesanan yang akan membuat surat pesanan, dari pesanan ini bisa dirubah menjadi pembelian, saat pesanan tersebut tiba.

Laporan :
Laporan ada 2 macam yaitu Laporan Standar dan Statistik / Analisa Trend,
Laporan Standar terdiri dari 22 macam laporan yaitu
1. Arus Kas,
2. Penjualan Tunai,
3. Penjualan Kredit,
4. Penjualan per Kategori,
5. Pembelian Tunai,
6. Pembelian Kredit,
7. Keuntungan,
8. Hutang,
9. Piutang,
10. Penerimaan Non Tunai,
11. Stok Reorder,
12. Stok Opname,
13. Produk Kadaluarsa,
14. Data Kategori,
15. Data Supplier,
16. Data Produk,
17. Data Paket / Parcel,
18. Data Produk Alternatif,
19. Data Pelanggan
20. Retur Penjualan
21. Retur Pembelian
22. Data Nilai Produk

Laporan laporan diatas bisa dibuat berdasar rentang waktu yang flexible yaitu hari ini, antara 2 tanggal atau keseluruhan data yang ada di buat laporannya.

Laporan Statistik digunakan untuk mengamati pada periode periode yang dipilih, produk produk mana saja yang jumlah jual atau keuntungannya yang paling baik, sehingga keputusan yang tidak merugikan untuk pengadaan suatu produk bisa dilakukan dengan mempertimbangkan minat masyarakat terhadap produk berdasarkan statistik yang dihasilkan tersebut, Sedangkan Analisa Trend digunakan untuk mengamati naik turunnya jumlah atau keuntungan dari setiap produk berdasar rentang waktu yang dipilih, baik secara per minggu (pengamatan per hari), per bulan (pengamatan tiap 10 hari ) dan per tahun (pengamatan per kuartal atau per bulan)

Tools :
Disini adalah fitur fitur dari aplikasi untuk melihat aktivitas yang dikerjakan pada aplikasi ini atau untuk memaintenance aplikasi diantaranya adalah : Sekuriti (untuk memberi hak akses kepada pengguna, apakah dia hanya bisa menangani transaksi penjualan saja, pembelian saja, apakah bisa membuat laporan dll), Options (menu untuk setting aplikasi, misal nomer transaksi berikutnya, alamat retail, persentase PPn dll), Aktivitas Pengguna yaitu History login (pencatatan tanggal dan jam pemakaian aplikasi oleh setiap pengguna), History Pembelian, History Penjualan, Histori Mendetail mengenai Keluar Masuk Barang dan History Penghapusan Transaksi, Stok Opname (penyesuaian jumlah produk yang dicatat dalam sistem dengan jumlah sebenarnya, baik penambahan maupun pengurangan), Stok Reorder (informasi mengenai produk produk mana saja yang harus di order ulang)

Sistem yang digunakan :
Aplikasi SIM ini dibuat dengan sistem multi client, sehingga bisa digunakan oleh retail dengan satu kasir maupun banyak, kemampuan lainnya adalah :

  • pekerjaan dan pemantauan keseluruhan sistem Retail bisa dilakukan di lebih dari 1 komputer, dan komputer komputer ini terhubungan dengan jaringan ethernet
  • database yang digunakan adalah database Microsoft SQL Server dengan kapasitas maksimum sangat besar hampir tidak terbatas sesuai kemampuan operating system

Kebutuhan Software :
Aplikasi ini membutuhkan sistem operasi yang berbasis windows dengan minimal sistem operasi Untuk aplikasi adalah Windows 98, sedangkan untuk database nya minimal harus menggunakan sistem operasi Windows 2000. Sehingga bila database dan aplikasi hendak disatukan didalam sebuah komputer, maka sistem operasi minimal adalah windows 2000, tapi bila digunakan dalam suatu jaringan yang terpisah, maka, aplikasi dan server database bisa dipasang pada komputer dengan sistem operasi minimal diatas. Monitor yang digunakan adalah flexibel, tapi minimal sebaiknya harus mampu berada dalam resolusi 800×600 pixel
Kebutuhan Hardware :
Secara mendasar, aplikasi ini akan berjalan pada konfigurasi hardware komputer yang bisa mendukung sistem operasi diatas. Semakin cepat konfigurasi hardware komputer, maka semakin cepat pula aplikasi ini dapat berjalan. Printer yang sudah di tes berjalan dengan baik adalah printer Epson LX-300 dan LX-800. Khusus untuk pemasangan aplikasi dan database yang terpisah maka komputer harus dilengkapi network card agar bisa membentuk jaringan dengan komputer lainnya.

Screen Capture:
Link keseluruhan Tampilan tampilan dari aplikasi bisa dilihat dengan permintaan kepada kami di me@aespesoft.com, untuk sebagian tampilan bisa diakses disini.

Harga :

Contact Untuk Pembelian / Pertanyaan :

  • agungsp2000@yahoo.com (mohon baca note)
    Alhamdulillah, Aplikasi yang saya develop sudah cukup matang (> 3 tahun) dan sampai saat ini belum ada laporan error dari klien saya, jadi walaupun tidak dihandel full day oleh saya, Insya Allah Aplikasi sudah stabil dan dilengkapi dengan file help yang cukup detil (kurang lebih 100 topik)
  • CD Demo dan Pembayaran :

    CD demo akan dikirimkan setelah mengirimkan down payment sebesar Rp 100.000,00 aplikasi dalam cd demo ini berfungsi penuh (kecuali mencetak) selama 2 minggu, setelah itu aplikasi tidak bisa berjalan lagi.

    Setelah dua minggu aplikasi diputuskan jadi dibeli maka aplikasi bisa berfungsi penuh kembali sesudah dimasukkan serial number. serial number bisa didapatkan via sms setelah biaya harga sudah ditransfer penuh. Bila setelah 2 minggu aplikasi tidak jadi dibeli maka mohon maaf biaya tidak bisa dikembalikan.

    Note :

    Berhubung sering munculnya ide ide baru atau saran dari partner-partner maupun sumber referensi, kemungkinan fitur-fitur dari software yang didapatkan saat dibeli akan lebih baru dari yang dijelaskan diatas.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s